Platform Pintar untuk Berdayakan Angkatan Kerja Indonesia

Sebab, kata dia, mereka mampu menciptakan konten-konten yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Selain itu, mereka juga mampu menjangkau lebih banyak pembelajar dibanding institusi pendidikan tradisional.
“Saat ini adalah waktu yang sangat tepat untuk berinvestasi dalam keterampilan karyawan. Secara global teknologi sudah cukup maju, apa pun bisa dipelajari karena platform pembelajaran bisa diakses dengan mudah,” kata Vice President Samator Group Imelda Harsono.
Menurut Imelda, keberadaan platform ini membuat para pekerja bisa terus mengembangkan diri dengan tidak terhambat oleh pendidikan formal
Sementara itu, Chief Business Officer Pintar Matthew Sinder mengatakan korporasi melihat pelatihan karyawan sebagai investasi.
“Ini adalah win win solution. Bagi tenaga kerja, mereka akan jadi lebih produktif. Bagi perusahaan, retention meningkat,” kata Matthew Sindir.
Sindir mengatakan pemerintah Indonesia sudah fokus pada investasi sumber daya manusia. Contohnya, melalui Program Prakerja.
“Di sini ada beberapa perusahaan yang cukup progresif seperti Samator yang lebih mementingkan skill daripada degree,” ujar Matthew Sinder.(fri/jpnn)
PT Pintar Pemenang Asia resmi meluncurkan Pintar, sebuah platform untuk memberdayakan angkatan kerja Indonesia.
Redaktur & Reporter : Friederich Batari
- Serikat Karyawan Garuda Indonesia Desak Transparansi Manajemen
- Wakili Indonesia, William Yani Angkat Isu Keadilan Tenaga Kerja di Forum Regional
- Hadir di Indonesia, Adecco Siap Bawa Standar Global untuk Ketenagakerjaan
- Presiden Prabowo Minta Deregulasi Genjot Daya Saing dan Investasi Industri Padat Karya
- Masuk Jateng, Investasi Senilai Rp 6 Triliun Bakal Serap 2.400 Tenaga Kerja
- Bea Cukai Beri Pendampingan Kepada UMKM yang Siap Merambah Pasar Ekspor