Please, Jangan Lagi Ada Ceramah Provokatif di Rumah Ibadah
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin kembali mengingatkan kepada para penceramah agar jangan lagi menyampaikan materi yang bersifat provokatif.
Hal ini disampaikan Lukman mengingat masih ada sejumlaah laporan yang diterima kementeriannya terkait materi ceramah yang kurang pas dalam kerangka kerukunan beragama di beberapa rumah ibadah di Jakarta, dan sekitarnya.
"Itu terus kami imbau, terus menjadi seruan apalagi di bulan suci ini agar ceramah-ceramah keagamaan di rumah ibadah harus betul-betul berisi hal-hal yang merupakan ajaran pokok dari agama itu sendiri," ujar Lukman di kompleks Istana Negara, Rabu (14/6).
Selain itu, ceramah agama harus dijadikan alat untuk mengajak saling menghargai perbedaan. Bukan sebaliknya saling menegasikan, saling menafikkan sesama umat beragama.
"Ada beberapa menyampaikan laporannya ke kami, terus kami pantau dan dengan cara persuasif diimbau. Tidak hanya para penceramahnya, tapi juga para pengelola rumah-rumah ibadah itu," tambah dia.(fat/jpnn)
Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin kembali mengingatkan kepada para penceramah agar jangan lagi menyampaikan materi yang bersifat provokatif.
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- Resmi, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1 Syawal 1446 Hijriah Jatuh pada 31 Maret
- Kemenag Perkuat Integrasi Islam dan Sains di Bidang Kedokteran
- Gerakan 'Ubah Jelantah Jadi Berkah' Dukung Ekoteologi dan Keberlanjutan
- Tanggal Berapa Idulfitri 1446 H atau Lebaran 2025? Simak Penjelasan Kemenag
- UIN Jakarta Masuk QS WUR 2025, Kemenag: Sejalan dengan Internasionalisasi PTKI
- Kemenag Bersama Belasan LAZ Bersinergi Berikan Beasiswa Zakat untuk Pendidikan