Please, Jangan Lagi Ada Ceramah Provokatif di Rumah Ibadah
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin kembali mengingatkan kepada para penceramah agar jangan lagi menyampaikan materi yang bersifat provokatif.
Hal ini disampaikan Lukman mengingat masih ada sejumlaah laporan yang diterima kementeriannya terkait materi ceramah yang kurang pas dalam kerangka kerukunan beragama di beberapa rumah ibadah di Jakarta, dan sekitarnya.
"Itu terus kami imbau, terus menjadi seruan apalagi di bulan suci ini agar ceramah-ceramah keagamaan di rumah ibadah harus betul-betul berisi hal-hal yang merupakan ajaran pokok dari agama itu sendiri," ujar Lukman di kompleks Istana Negara, Rabu (14/6).
Selain itu, ceramah agama harus dijadikan alat untuk mengajak saling menghargai perbedaan. Bukan sebaliknya saling menegasikan, saling menafikkan sesama umat beragama.
"Ada beberapa menyampaikan laporannya ke kami, terus kami pantau dan dengan cara persuasif diimbau. Tidak hanya para penceramahnya, tapi juga para pengelola rumah-rumah ibadah itu," tambah dia.(fat/jpnn)
Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin kembali mengingatkan kepada para penceramah agar jangan lagi menyampaikan materi yang bersifat provokatif.
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- SPAN-PTKIN 2025, Jaring Calon Mahasiswa Bertalenta Tinggi, Siap Kerja
- Boleh Ikut Mendaftar PPPK 2024, tetapi Dinyatakan TMS, Piye to?
- 5 Berita Terpopuler: Hasil Pendataan Keluar, Nasib Honorer Sudah Diatur, Ada Solusi Konkret untuk yang PHK
- Hampir Separuh Pelamar PPPK Tahap 2 Kemenag Dinyatakan TMS, Waduh
- Kritisi Surat Edaran Pemotongan Dana BOS Madrasah, HNW: Tidak Sejalan dengan Inpres
- Genjot Pemberdayaan Ekonomi Umat, Kemenag Gandeng Kemendes PDTT