Please, Jangan Sampai Golkar Berseberangan dengan KPK

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP Golkar Andi H Sinulingga kembali mengingatkan elite partainya agar tidak memosisikan partai berlambang beringin hitam itu berhadap-hadapan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab, bagaimanapun KPK merupakan institusi yang sangat dipercaya masyarakat.
"Golkar tidak boleh memosisikan dirinya head to head berlawanan dengan KPK sebagai institusi penegak hukum yang masih dipercaya masyarakat," ucap Andi melalui sambungan telepon, Kamis (12/10).
Sebelumnya ketua DPP Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Sumatera I itu memang getol menyuarakan perlunya partai pimpinan Setya Novanto itu menarik diri dari Panitia Khusus Hak Angket (Pansus Angket) KPK. Andi pun merasa perlu mengingatkan hal itu lagi karena berseberangan dengan KPK berarti melawan kehendak rakyat.
"Itu tidak boleh terjadi. Golkar tidak boleh memosisikan dirinya berhadap-hadapan dengan kehendak rakyat, karena suara Golkar suara rakyat. Moto ini harus ditunjukkan dalam perilaku, tidak hanya sebatas slogan saja," tegas dia.
Andi memang tak sendirian dalam menyuarakan pentingnya Golkar menarik diri dari Pansus Angket KPK. Sebelumnya, Ketua DPP Golkar Nusron Wahid juga menyampaikan hal serupa dalam rapat pleno DPP partai pimpinan Setya Novanto itu..
Menurut Andi, langkah Golkar menarik diri dari Pansus Angket KPK juga demi kepentingan strategis. Langkah itu lebih baik secepatnya dilaksanakan ketimbang terlambat.
"Bahasanya Nusron kemarin di rapat, mencari exit strategy. Gak ada yang terlambat, tapi disampaikan pada saat yang tepat, bukan telambat atau tidak terlambat," pungkasnya.(fat/jpnn)
Elite Partai Golkar harus menyadari bahwa berseberangan dengan KPK akan membawa kerugian. Sebab, rakyat sangat percaya terhadap KPK.
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- KPK Sinyalir Uang Jutaan Dolar dari Izin Tambang era Rita Mengalir ke Japto dan Ahmad Ali
- KPK Sinyalir Satori dan Heri Gunawan Selewengkan Dana CSR BI Lewat Yayasan
- KPK Telusuri Aset Wali Kota Semarang Hevearita, Potensi Penyitaan Menguat
- Mbak Ita & Suami Ditahan KPK, Balai Kota Semarang Sambut Pimpinan Baru
- KPK Dalami Korupsi Shelter Tsunami NTB, Waskita Karya Berpotensi Jadi Tersangka Korporasi
- Seusai Mengakhiri Jabatan Wali Kota Semarang, Mbak Ita dan Suami Langsung Ditahan KPK