Plh. Gubernur Jabar Deklarasikan Sekolah Ramah Anak dan SeBaTIK

jpnn.com, BANDUNG - Plh. Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang ramah anak dan berbasis teknologi.
“Sekolah memang harus ramah anak, juga dengan berbasis teknologi. Anak-anak harus menjadi seorang inovator,” kata Uu saat mendeklarasikan Program Sekolah Ramah Anak (SRA), Sekolah Berintegritas dan Sekolah Berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (SeBaTIK), di SMA Negeri 1 Bandung, Kota Bandung, Selasa (5/11/19).
Menurut Uu, Sekolah Menengah Atas harus juga memberikan pendidikan karakter kepada peserta didik. Salah satu tujuannya adalah menciptakan suasana yang kondusif.
Sekolah Ramah Anak sendiri merupakan sekolah yang melibatkan anak dalam segala kegiatan, kehidupan sosial, dan mendorong tumbuh kembang peserta didik.
Sehingga, kata Uu, sekolah harus menciptakan kondisi dan situasi yang aman, sehat, dan bersih. Tujuannya supaya perkembangan fisik, kognisi, dan psikososial anak.
Guna merealisasikan Sekolah Ramah Anak, Uu meminta sekolah untuk memerhatikan beberapa aspek, yakni program sekolah yang sesuai dengan dinamika zaman, lingkungan sekolah yang mendukung aktivitas peserta didik, dan sarana-prasarana sekolah yang memadai.
“Juga jangan ketinggalan penanaman nilai- nilai luhur, akhlak, juga seni budaya. Tenaga kependidikan pun harus terlatih,” kata Uu mengakhiri.
Turut hadir Kepala Sekolah SMA se-Kota Bandung dan Kota Cimahi dalam deklarasi SRA dan SeBaTIK. (*)
Menurut Uu, Sekolah Menengah Atas harus juga memberikan pendidikan karakter kepada peserta didik. Salah satu tujuannya adalah menciptakan suasana yang kondusif.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Mengantisipasi Pungli di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Sebar Tim Saber
- Rencana Dedi Mulyadi Sulap Gedung Pakuan Jadi Museum, Alasannya
- Dedi Mulyadi Singgung soal Pengelolaan Keuangan Daerah saat Salat Id
- Dedi Mulyadi Beber Alasan tak Pernah Berkantor di Gedung Sate
- Pemprov Jabar Sediakan 55 Posko Piket Lebaran di Jalur Mudik
- Dedi Mulyadi Buka Opsi Revisi Kerja Sama dengan TNI AD