PLN Operasikan PLTU Sanggau 2x7 MW

jpnn.com - JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus berupaya membangun pembangkit-pembangkit listrik baru untuk mengimbangi permintaan listrik yang terus meningkat. Direktur Konstruksi dan Energi Baru Terbarukan PLN, Nasri Sebayang mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sanggau berkapasitas 2x7 MW secara resmi dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan listrik.
PLTU yang berlokasi di Desa Sungai Batu, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Propinsi Kalimantan Barat ini diharapkan akan memperkuat pasokan listrik pada sistem Sanggau, Kalimantan Barat.
“PLTU Sanggau adalah PLTU milik PLN yang pertama dioperasikan di Kalimantan Barat," ujar Nasri dalam siaran persnya, Sabtu (20/12).
Nasri mengklaim bahwa PLTU Sanggau merupakan PLTU skala kecil yang tercepat penyelesasian pembangunannya. Di mana sejak kontrak ditandatangani pada Maret 2011 lalu, hanya dalam waktu 38 bulan, unit satu sudah dioperasikan pada Juli 2014 dan unit dua di bulan Desember 2014.
"PLTU Sanggau menjadi PLTU skala kecil kedua yang dioperasikan setelah PLTU Lati di Kalimantan Timur," terang Nasri.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis berharap hadirnya PLTU Sanggau bisa mendukung percepatan pembangunan perekonomian di Kalimantan Barat.
“Pembangunan membutuhkan dukungan infrastruktur termasuk listrik. Semoga dengan kehadiran PLTU Sanggau ini dapat memberikan banyak manfaat, terutama membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam proses pembangunan di Kalimantan Barat," harapnya. (chi/jpnn)
JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus berupaya membangun pembangkit-pembangkit listrik baru untuk mengimbangi permintaan listrik yang
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Harga Pangan Sejumlah Komoditas Stagnan Tinggi
- H+3 Arus Balik Lebaran, KAI Daop 4 Semarang Catat ada 94 Ribu Penumpang
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump