PM Tonga Tantang Pemimpin Pasifik Turunkan Berat Badan

"Saya merasa akan terlihat seperti jutawan di mata orang lain," kata wanita berusia 29 tahun ini.
"Di Samoa, orang mengira wanita yang minum minuman ringan itu kaya, tanpa tidak melihat sisi lain yang memengaruhi kesehatan kita," ujarnya.
Pinati mengaku salah satu penyebabnya karena minuman ringan seringkali lebih murah daripada air minum.
Samoa dan beberapa negara tetanganya kini memberlakukan pajak atas gula.
Namun Dr Tukuitonga perusahaan besar minuman ringan berencana melobi pembatalan pajak tersebut.
Coca Cola yang dihubungi ABC menjelaskan "pendekatan kami adalah bahwa pajak minuman ringan terbukti tak efektif dalam memerangi obesitas."
Perusahaan ini mengatakan pihaknya berkomitmen bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Pasifik.
Pinati sendiri saat ini telah berhenti mengkonsumsi minuman ringan.
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang