PM Turnbull Dituding Permalukan Tetua Aborijin

"Upaya yang dituntut kepada Canberra mungkin terlalu besar – upaya itu menuntut Canberra membayangkan negara Australia baru yang lebih kuat, lebih kaya. Itu menuntut orang-orang yang memahami sebuah kehidupan dari sebuah pikiran dan kehidupan sebuah jiwa.
"Sebuah pemerintahan yang mengklaim sebagai orang yang baik hati terhadap penduduk asli Australia telah secara terbuka mempermalukan sebuah generasi para pemimpin kulit hitam yang besar."
Tahun lalu, ratusan orang Aborijin dan Torres Strait Islander menyerukan dilakukannya referendum untuk membentuk badan Bangsa Pertama (penduduk pribumi) di dalam konstitusi.
Komentar PM Turnbull menegaskan kembali penolakannya atas Pernyataan Uluru tersebut. Ia mengatakan badan penasihat Pribumi yang bersifat konstitusional akan dipandang sebagai kamar ketiga di Parlemen.
Penyelidikan gabungan parlemen telah memulai sebuah putaran konsultasi baru dimana komunitas Pribumi - sebuah laporan sementara menemukan masih ada dukungan luas untuk referendum.

Forum yang digelar pada Festival Garma akhir pekan ini didominasi oleh desakan untuk memajukan pemilihan suara nasional mengenai masalah ini.
PM Turnbull berjanji akan membahas hasil dari penyelidikan parlemen ini, tetapi meyakini penting bagi warga Pribumi Australia terpilih ke Parlemen Federal.
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan
- Dunia Hari Ini: Demi Bunuh Trump, Remaja di Amerika Habisi Kedua Orang Tuanya