PNG Beri 80 Persen Kuota Impor Beras Kepada Indonesia


Para eksekutif dari perusahaan SunRise Australia berangkat ke Port Moresby untuk melawan keputusan Pemerintah Papua Nugini (PNG) yang memberlakukan kuota impor beras sebesar 20 persen bagi perusahaan Australia itu.
SunRice, yang berbasis di daerah Riverina di negara bagian New South Wales, merupakan mitra utama sebuah perusahaan PNG yang mendatangkan beras setiap tahunnya ke PNG dengan nilai sebesar 360 juta dolar.
Pemerintah PNG belum lama ini telah memberikan kuota impor beras 80 persen kepada sebuah perusahaan Indonesia.
Pemerintah PNG menyatakan perusahaan Indonesia itu merupakan "investor perintis" yang bertekad memajukan industri perberasan di Papua Nugini.
Chairman SunRice yang juga petani beras dari Riverina, Laurie Arthur, mengatakan pihaknya telah meyakinkan sekitar 1000 pekerjanya di PNG bahwa perusahaan ini akan melakukan segala sesuatunya untuk memastikan pekerjaan mereka aman.
Dia mengatakan kalangan eksekutif SunRice mempertimbangkan langkah hukum, mengingat Australia memiliki kesepakatan bilateral dengan PNG.
"Situasinya sangat cair dan kami belum begitu memastikan apa yang akan kami lakukan pada tahap ini," kata Arthur.
SunRice beroperasi di PNG di bawah merek Trukai serta menguasai sekitar 75 persen pasar beras negara itu.
Para eksekutif dari perusahaan SunRise Australia berangkat ke Port Moresby untuk melawan keputusan Pemerintah Papua Nugini (PNG) yang memberlakukan
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi