Polarisasi Politik Indonesia Menguat, Golput Diprediksi Meningkat

Dia menjelaskan, dalam Pilpres 2014 lalu muncul fenomena "Golput turun gunung" untuk mendukung Jokowi yang dipandang sebagai "new hope" yang akan melawan "old establishment".
"Golput yang sejak Orde Baru apatis, dalam Pilpres 2014 aktif kembali (dalam politik) dan mendukung Jokowi," jelas Dr Zulfan kepada ABC News.
Namun di Pilpres 2019 kali ini, katanya, antusiasme tersebut justru berubah menjadi gerakan sebaliknya.
"Mereka kecewa dengan beliau, karena setelah empat tahun di puncak kekuasaan eksekutif, banyak melakukan blunder policy yang tidak seiring dengan harapan mereka," katanya.
Di mencontohkan kompromi yang dilakukan Jokowi dengan kelompok konservatif, termasuk menggandeng Ma'ruf Amin sebagai cawapres serta rencana membebaskan Abu Bakar Baashir.
"Menurut saya, hal itu lebih sebagai damage control daripada upaya menarik simpati baru," kata Dr Zulfan.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi