Polisi Australia Tolak Bantu Keluarga Anggota ISIS Khaled Sharrouf

Polisi Federal Australia (AFP) mempertahankan sikapnya terhadap warga Australia yang pergi ke luar negeri untuk bergabung dengan kelompok teroris, setelah ada tuduhan bahwa mereka menolak membantu istri dan anak-anak anggota ISIS, Khaled Sharrouf.
Karen Nettleton, ibu mertua dari Khaled, mengatakan, ia mendekati AFP tahun lalu untuk membantu putri dan lima cucunya keluar dari Suriah, tetapi mereka akhirnya menolak untuk membantu.
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara AFP mengatakan, ia tak bisa mengomentari kasus-kasus individu, namun menyebut bahwa lembaganya itu tak memiliki kuasa untuk membantu warga Australia yang melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung bersama ISIS.
"Meski demikian, perlu dicatat bahwa AFP tak beroperasi di Suriah karena merupakan zona konflik aktif dan berbahaya, di mana Australia tak memiliki kehadiran konsuler," sebut pernyataan itu.
"Dengan demikian, AFP tak dalam posisi untuk memberikan bantuan kepada warga Australia yang memilih untuk memasuki daerah ini dan mencari bantuan untuk perjalanan mereka dari Suriah ke lokasi yang lebih aman," demikian bunyi lanjutannya.
Karen Nettleton dengan cucu-cucunya yang kini ada di luar Australia.
Karen mengatakan, AFP dan Pemerintah telah berulang kali memperingatkan warga Australia agar tak bepergian ke daerah konflik di Irak dan Suriah.
"Mereka yang melakukannya sepenuhnya sadar akan resiko, dan justru menempatkan diri mereka sendiri dan orang lain dalam bahaya," tuturnya.
Polisi Federal Australia (AFP) mempertahankan sikapnya terhadap warga Australia yang pergi ke luar negeri untuk bergabung dengan kelompok teroris,
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi