Polisi Dalami Buletin Al Fatihin Alat Propaganda ISIS

jpnn.com, JAKARTA - Buletin bernama Al Fatihin dalam format PDF jadi omongan netizen. Isinya adalah propaganda kelompok terorisme sekaligus seruan untuk melakukan aksi teror.
Polri pun langsung mendalami media yang menjadi ajang propaganda kelompok Negara Islam Irak dan Syria (ISIS) itu. “Tentunya nanti kami akan cek lagi ya,” ujar Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Syahar Diantono, Kamis (17/5).
Sementara Kabag Pensat Ropenmas Divhumas Polri Kombes Yusri Yunus mengatakan, pihaknya akan mendalami lagi isi buletin yang juga menuding Ustaz Bachtiar Nasir sebagai ulama murtad itu.
“Semuanya harus kami dalami dulu. Kalau ada perkembangan akan kami informasikan,” terang mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat ini.
Sebelumnya, buletin itu menurunkan artikel tentang aksi teror di Indonesia sebagai jihad melawan pemerintah yang tidak berhukum Islam atau tagut. Konon, buletin itu telah terbit sejak Juni 2016.
Isinya seputar aktivitas pendukung ISIS di sejumlah negara Timur Tengah, Eropa dan Asia. Buletin itu juga dikabarkan tersebar di kalangan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia.
Buletin itu menyebut kerusuhan di Mako Brimob Depok Kelapa Dua sebagai aksi pembebasan para anggota ISIS dari belengu tagut. Pada halaman sebelas, buletin itu memuat foto Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) dan menyebutnya sebagai ulama murtad.(mg1/jpnn)
Buletin bernama Al Fatihin dalam format PDF jadi omongan lantaran berisi propaganda kelompok terorisme sekaligus seruan untuk melakukan aksi teror.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- 5 Berita Terpopuler: Dokter Terawan Buka-Bukaan, Gaji PPPK Sudah Disiapkan, Segera Cek Lokasi ATM Deh!
- Arus Mudik Lebaran Lancar, Anggota DPR Apresiasi Kerja Keras Korlantas Polri
- Iwakum Desak Kapolri Evaluasi Aparat Pascainsiden Penggeledahan Wartawan Peliput Demo
- Dirut ASABRI: Kesehatan & Keselamatan Para Pejuang Negeri Adalah Prioritas Utama Kami
- Jangan Percaya Oknum yang Janjikan Jalan Pintas Jadi Polisi, Sahroni: 100% Penipuan
- Solidaritas Masyarakat dan Keluarga Polri Mengalir untuk Korban Penembakan yang Dilakukan Oknum TNI