Polisi Dilaporkan ke PBB
Rabu, 16 September 2009 – 12:29 WIB

Polisi Dilaporkan ke PBB
JAKARTA- Tindakan Bareskrim Mabes Polri yang menetapkan Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah sebagai tersangka bakal menjadi isu international. Koalisi mengkhawatirkan, adanya pemusatan kekuasaan pada orang-orang tertentu sehingga penegakan pemberantasan korupsi dapat dikontrol. Pasal 23 UU No 31 Tahun 1999 yang sebagian diubah UU No 20 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Korupsi bakal menjadi pasal karet tertama bagi KPK sendiri.
Ini terjadi setelah koalisi LSM antikorupsi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Antikorupsi melaporkan hal tersebut ke kantor PBB bidang Narkotika dan Kriminal (United Nations Office on Drugs and Crime/UNODC).
Baca Juga:
Menurut anggota koalisi Febri Diansyah, penetapan tersebut merupakan bukti nyata oligarki kekuasaan lewat alat kepolisian untuk membajak pemberantasan korupsi. Yang paling nyata, langkah kepolisian ini merupakan kabar gembira bagi para koruptor. "Ini menunjukkan bahwa presiden tidak bisa diharapkan untuk berantas korupsi hari ini atau ke depan," sebut peniliti Indonesian Corruption Watch (ICW) ini.
Baca Juga:
JAKARTA- Tindakan Bareskrim Mabes Polri yang menetapkan Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah sebagai tersangka
BERITA TERKAIT
- Arus Balik Lebaran, Lebih dari 4 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Cipali Pada Sabtu Ini
- Kehadiran Dermaga PIK Mengangkat Potensi Pertumbuhan Wisata Bahari Jakarta
- 685.079 Kendaraan Kembali ke Jabotabek pada H+2 Lebaran
- 5 Berita Terpopuler: Hal Tak Terduga Muncul, Kepala BKN Keluarkan Pernyataan Tegas, Tolong Setop Rekrut Honorer
- Asuransi Jasindo Mudik Bikin Arus Balik Lebih Aman & Nyaman
- Polisi Berlakukan Contraflow di Jalur Nagreg Menuju Bandung