Polisi Jepang Stop Rokok demi Muluskan Penyidikan
Selasa, 03 Februari 2009 – 07:16 WIB

Polisi Jepang Stop Rokok demi Muluskan Penyidikan
TOKYO - Tradisi polisi menawarkan rokok kepada tersangka kejahatan segera punah. Dalam waktu dekat, larangan menikmati asap nikotin merambah sampai ruang interogasi kepolisian di Tokyo, Jepang.
Rencananya, Kepolisian Metro Tokyo menerapkan larangan tersebut mulai pertengahan Februari. Namun, sebelum disahkan menjadi aturan baku, Kepolisian Metro Tokyo akan mengujicobakan larangan itu selama tiga bulan. "Semuanya dilakukan demi menjaga kesehatan masyarakat, terutama para perokok pasif," tulis Kantor Berita Jepang Kyodo kemarin (2/2).
Selain alasan kesehatan, larangan ''membakar tembakau'' di ruang interogasi itu juga ditujukan untuk menghapus citra buruk kepolisian. Pasalnya, sebagian orang beranggapan, menawarkan rokok kepada tersangka kejahatan dalam proses interogasi merupakan bagian dari dukungan. Dengan menawarkan rokok, petugas interogasi dianggap menawarkan bantuan kepada tersangka kejahatan.
Kepada Reuters, beberapa pejabat Kepolisian Metro Tokyo mengatakan, merokok dalam proses interogasi memberikan efek positif. Sebab, dengan mengisap rokok, ketegangan berkurang. Baik ketegangan si penginterogasi maupun si tersangka kejahatan. "Saya belum bisa mengomentari atau mengonfirmasikan berita tersebut, sebab belum ada pengumuman resmi yang diterbitkan," kata Jubir Kepolisian Metro Tokyo kemarin (2/2).
TOKYO - Tradisi polisi menawarkan rokok kepada tersangka kejahatan segera punah. Dalam waktu dekat, larangan menikmati asap nikotin merambah sampai
BERITA TERKAIT
- Gempa M 7,2 Melanda Lepas Pantai Papua Nugini
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar