Polisi Pastikan Mayat di Sungai Mekong Adalah Pegiat Thailand Yang Hilang

Tes DNA yang dilakukan terhadap dua mayat yang ditemukan terdampar di Sungai Mekong di Thailand Utara adalah pegiat pemerintah dan menurut polisi mereka dibunuh karena motif politik.
Kedua orang tersebut yang dikenal dengan nama samaran Puchana dan Kasalong, adalah dua dari tiga pegiat yang dilaporkan hilang sejak bulan Desember dari rumah mereka di Laos.
Mereka tinggal di Laos karena melarikan diri dari Thailand.
Mereka adalah bagian dari sekelompok warga Thailand yang tinggal di Laos yang memiliki pertalian dengan gerakan Baju Merah anti pemerintah yang melakukan protes jalanan di Bangkok di tahun 2010 yang kemudian diberangus oleh militer.
Beberapa diantara mereka juga adalah bagian dari kelompok garis keras yang menghendaki kerajaan Thailand berubah menjadi republik, dan dicari pemerintah karena menghina kerajaan dan anggota keluarga kerajaan.
Tindak penghinaan terhadap kerajaan adalah tindak kejahatan yang dianggap serius dan pelakunya bisa dihukum maksimal 15 tahun penjara bila dinyatakan bersalah.

- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana