Polisi Pelaku Mutilasi Mantan Anggota Dewan Tetap Bersyukur
”Bukti dasar pengajuan call data record dan tracking nomor handphone yang ditunjukkan jaksa adalah bukti yang dimanipulasi. Selain itu, tidak ada yang dapat benar-benar membuktikan keberadaan korban dengan terdakwa secara bersama,” papar Sopian.
Dilanjutkan, tracking nomor harus didukung raw data atau CDR dari provider. Begitu juga dengan foto plooting google earth yang ditunjukkan jaksa, seharusnya didukung dengan raw data yang menunjukan titik koordinat. Plooting bisa saja hasil editan.
Sopian juga keberatan dengan saksi-saksi yang dihadirkan jaksa. Dimana, kliennya dituduh sebagai pembunuh, tapi sebelumnya tidak pernah dilakukan uji balistik senjata Medi terhadap peluru yang ditemukan di tubuh M. Pansor.
”Tidak ada satupun alat bukti yang menunjukkan Medi bersalah. Harusnya Medi terbebas dari pasal 340, 338 dan 365 ayat 3 KUHP. Medi hanya melakukan pembuangan mayat, namun tidak melakukan pembunuhan,” tegasnya.
Dalam sidang sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) Agus Priambodo menuntut Medi menjalani hukuman mati. Jaksa menilai Medi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana sesuai Pasal 340 KUHP pada dakwaan kesatu primer.
Agus menjelaskan, tidak ada satupun hal yang meringankan terdakwa. Sebaliknya, ada sejumlah hal yang memberatkan tuntutan itu.
Di antaranya, meninggalnya Pansor menyisakan kesedihan yang mendalam terhadap pihak keluarga; terdakwa tercatat sebagai anggota polisi berpangkat brigadir yang bertugas di Satintelkam Polresta Bandar Lampung; dan terdakwa berbelit saat memberikan keterangan.
Dalam sidang tersebut, JPU menegaskan, semua bantahan yang disampaikan Medi terpatahkan. Dalam tuntutan setebal 260 lembar itu, JPU mengungkapkan beberapa unsur yang telah dibuktikan selama persidangan berlangsung. Salah satunya adalah unsur perencanaan. (cw22/c1/ais)
Brigadir Medi Andika terdakwa pelaku mutilasi mantan anggota DPRD Bandar Lampung M. Pansor masih bersyukur karena ada yang percaya bahwa dia bukanlah pembunuh
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean
- Polisi Tetap Lanjutkan Proses Hukum Meski Pelaku Mutilasi di Garut ODGJ
- Tangan Nenek di Bandarlampung Kena Peluru Nyasar, Polisi Bilang Begini
- Pelaku Mutilasi di Garut Dikirim ke Bandung untuk Jalani Pemeriksaan Kejiwaan
- Motif Pelaku Mutilasi di Garut Belum Diketahui, Identitas Korban Ternyata....
- Polisi Tangkap Terduga Pelaku Mutilasi Pria di Garut
- JPU Ajukan Kasasi atas Perkara Pembunuhan dan Mutilasi di Semarang