Polisi Penembak Mati Adik Ipar Suka Benturkan Kepala di Sel

jpnn.com, MEDAN - Pelaku penembak mati adik ipar, Wakapolresta Lombok Tengah, Kompol Fahrizal cenderung menunjukan perilaku tidak kooperatif.
Bahkan, sikap mantan Kasat Reskrim Polresta Medan itu dinilai membahayakan tahanan lain.
Pasalnya, selama berada di dalam sel tahanan Polda Sumut, Kompol Fahrizal suka membenturkan kepalanya ke dinding sel tahanan.
Menurut Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian, sikap Kompol Fahrizal menjadi salah satu pertimbangan dia dirawat di Rumah sakit jiwa.
“Karena memang di sana lebih aman buat dia. Kalau di sel kita, sudah ada kecendrungan tidak kooperatif,” kata Andi baru-baru ini.
Sikap tidak kooperatif itu, sebut Andi, dapat dilihat dari sikap Fahrizal yang kerap menolak untuk dilakukan cek kesehatan. Selain itu, perilakunya di tahanan pun membahayakan orang lain termasuk dirinya sendiri.
“Contohnya dia pukul-pukul tembok, kepala dibenturkan ke dinding dan banyak lagi. Perilaku Fahrizal ini kita peroleh dari tahanan lain yang menginformasikan ke piket jaga,” sebut Andi.
Fahrizal juga menolak kedatangan tenaga kesehatan yang akan memeriksa dia dan juga menolak diberi obat. “Cek kesehatan kan seharusnya dilakukan tiap hari,” ucapnya.
Pelaku penembak mati adik ipar, Wakapolresta Lombok Tengah, Kompol Fahrizal cenderung menunjukan perilaku tidak kooperatif.
- Berkas Perkara Penembakan 3 Polisi di Lampung Diserahkan ke Denpom TNI
- Penembakan di Lokasi Judi Sabung Ayam Diduga Terencana, Sahabat Polisi: Pelaku Harus Dihukum Berat
- Anak Bos Rental Mobil: Kami Belum Bisa Memaafkan Para Pelaku Penembakan
- Ini Kata Komnas HAM soal Kasus 3 Polisi Diduga Ditembak Oknum TNI
- Polsek Negara Batin Terima Setoran Judi Sabung Ayam? Irjen Helmy Bilang Begini
- Habiburokhman Ingin Penembak 3 Polisi di Lampung Dihukum Mati