Polisi Rahasiakan Identitas Pelaku
Selasa, 21 Juli 2009 – 19:37 WIB

Polisi Rahasiakan Identitas Pelaku
JAKARTA--Kepolisian Republik Indonesia (Polri) hingga saat ini, Selasa (21/7) masih merahasiakan identitas pelaku dan tidak ingin membeberkan informasi yang masih dalam penyidikan.
“Jangan memancing pertanyaan, karena nanti akan memudahkan bagi mereka (pelaku, red) untuk menghindar. Kalau teman-teman mungkin tahu jangan disebarluaskan dulu, mohon bersabar sampai polisi membuktikan,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Nanan Soekarna kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/7)
Baca Juga:
Lebih lanjut dikatakan Nanan, apabila dirinya banyak bicara soal hasil penyidikan nantinya akan mempersulit langkah akan terungkapnya kasus bom bunuh diri ini. “Sabar saja, kalau kami banyak bicara ini nanti juga akan mempersulit kita dalam penyidikan,” tambahnya.
Untuk diketahui selama ini polisi sudah memiliki agenda dan rencana untuk mencari tahu siapa pelaku dan otak dari pengeboman di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Polisi juga masih melacak dugaan keterkaitkan Jemaah Islamiyah atau dengan aksi-aksi sebelumnya. “Kepolisian belum bisa mengatakan apakah itu iya atau tidak, kami menunggu hasilnya. Kalau indikasi, sejak awal kami sudah mengatakan iya ada inidikasi itu,” ujar Nanan.(rie/JPNN)
JAKARTA--Kepolisian Republik Indonesia (Polri) hingga saat ini, Selasa (21/7) masih merahasiakan identitas pelaku dan tidak ingin membeberkan informasi
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Sambut Ramadan, Ketum Kadin DKI Diana Dewi Ziarah ke Makam Orang Tua
- Sumpah Advokat Razman Arif Dibekukan, Chandra Sampaikan Pembelaan
- Pengumuman Seleksi Administrasi PPPK Tahap 2 Muncul Jabatan Tampungan, BKN Angkat Suara
- Wamentrans Viva Yoga Mengajak Alumni Cipayung Plus Berkolaborasi Membangun Bangsa
- Dana Haji Tumbuh Positif, Pengeloaan BPKH Capai Rp 171 Triliun
- Pemprov DKI Berhemat Rp 1,5 Triliun Setelah Pangkas Biaya Perjalanan Dinas hingga FGD