Polisi Tetapkan 7 Tersangka soal Bentrok Warga Pulau Rempang dengan Aparat

jpnn.com, BATAM - Penyidik Polresta Barelang (Batam, Rempang, Galang) menetapkan tujuh orang jadi tersangka setelah bentrokan antara warga Pulau Rempang dengan aparat gabungan yang terjadi Kamis (7/9) lalu.
Ketujuh tersangka merupakan bagian dari delapan orang warga yang ditangkap polisi saat betrokan terjadi.
"Dari delapan orang yang diamankan, satu orang sudah dipulangkan karena tidak cukup bukti, atas nama Boiran," kata Kapolresta Barelang Kombes Nugroho Tri Nuryanto di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (9/9).
Nugroho menyebut para tersangka itu ialah Roma, Jakarim, Martahan, As Arianto, Pirman, Farizal dan Ripan.
Sementara, satu orang yang dipulangkan tidak terbukti terlibat pemukulan dan pelemparan batu ke arah petugas saat bentrokan terjadi pada Kamis (7/9).
Dari hasil rekaman video amatir dan keterangan tersangka, Boiran hanya sebatas merekam kejadian bentrokan tersebut, tidak ikut memukul dan melempar batu kepada petugas.
"Dia dengan tujuh tersangka lainnya juga tidak saling kenal, sehingga tidak ditemukan persangkaan perbuatan tindak pidana," ucapnya.
Menurut Nugroho, tujuh warga yang jadi tersangka itu punya peran masing-masing, yakni ikut memukul, melempari petugas dengan batu, membawa ketapel, parang, dan melempari bom molotov ke arah aparat.
Polresta Barelang menetapkan 7 tersangka terkait bentrok antara warga Pulau Rempang dengan aparat gabungan pada Kamis (7/9).
- 12 Orang Tewas dalam Bentrok Pilkada Puncak Jaya, KKB Terlibat
- Curi Puluhan Batang Bibit Sawit, Pria di OI Dibekuk Polisi
- Kecelakaan di Koja, 2 Pengendara Motor Tewas
- Arus Balik Lebaran, Lebih dari 4 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Cipali Pada Sabtu Ini
- Polisi Cari Warga Hilang di Kawasan Sungai Muar Mukomuko
- Pria Dikeroyok dan Ditusuk Saat Berada di Dermaga Dishub Sungsang, Polisi Tangkap 1 Pelaku