Politikus Hanura Minta Oknum Kepsek Penganiaya Guru Ditindak

Aksi emosional yang dilakukan oleh oknum Kepsek tersebut jelas mencoreng dunia pendidikan di Bengkulu dan tak perlu ditawar lagi, perkara ini menurutnya harus diusut tuntas oleh aparat penegak hukum.
“Ingat target Bengkulu Kota Pelajar juga harus dipikirkan Dinas Pendidikan Kota Bengkulu. Pemerintah harus memberikan sanksi tegas dengan melakukan pencopotan terhadap kepala sekolah itu. Karena penegakan hukum atas penganiayaan terhadap guru juga harus ditegakkan. Jika pun damai bukan kemudian menghapuskan penegakan hukumnya,” tegas Usin.
Selain itu juga, Partai Hanura melihat sebab akibat dari perkara tersebut, yakni dimulai dari persoalan dana operasional sekolah. Dimana percekcokan antara korban Yuli dengan oknum kepsek dimulai dari persoalan pembelian alat tulis kantor (ATK).
“Sekalian saja diperiksa penggunaan dana operasional sekolah, masa dana praktek Laboratorium IPA sampai tidak ada di bendahara, jadi usut juga adanya dugaan korupsi di sekolah itu,” pungkas Usin. (sly)
Kasus pemukulan terhadap Yuli Setiawati, salah seorang guru di SMPN 21 Kota Bengkulu oleh oknum Kepala Sekolah (Kepsek) berinsial SP ternyata berbuntut panjang.
Redaktur & Reporter : Budi
- Kapan CPNS dan PPPK Terima SK? Pak Eko Beri Penjelasan Begini
- Ray Sebut Kabar Prabowo Jemput Aspri Lebih Mengagetkan ketimbang Dolar AS Naik Lagi
- Demi Jemput Asisten Pribadi, Prabowo Diam-Diam ke Bengkulu
- Rama Yani binti Ramli Dilaporkan Hilang di Kawasan Sungai Muar Mukomuko
- Achrawi Pastikan SK CPNS & PPPK Diterbitkan Seusai Idulfitri
- Demi Pemerataan Tenaga Pengajar, Pemprov Bengkulu Menyiapkan Skema Relokasi Guru PPPK