Politisi di Sydney Peringatkan Usaha Pemerasan Lewat LinkedIn

SEORANG Wali Kota di Sydney memberikan penjelasan mengenai usaha pemerasan yang dilakukan terhadap dirinya menggunakan situs jaringan Linkedin, dan memperingatkan apa yang disebutnya 'sexploitation'.
'Sexpolitation' ini digambarkan sebagai bentuk penipuan dimana orang-orang tidak dikenal di internet meminta orang lain mengirimkan gambar-gambar tidak senonoh, namun kemudian gambar itu dikirim kembali untuk memeras.
Walikota Fairfield Frank Carbone mengatakan dia pada awalnya menerima pesan dan gambar tidak senonoh dari seorang wanita yang mengaku bernama Pearl lewat Linkedin.
"Sebagai seorang walikota, saya berusaha aktif dan membuka jaringan seluas mungkin karena saya ingin berhubungan dengan komunitas lokal. Karenanya saya mendapat ratusan permintaan untuk berteman di Linkedin." katanya.
"Kali ini yang mengirim adalah seorang wanita, yang mengatakan dia adalah pegiat penentang kekerasan terhadap anak-anak. Kemudian saya menerima pesan untuk menjalin kontak dengannya lewat Linkedin." tambah Carbone.
"Pesan yang dikirimnya pada awalnya hal yang umum-umum saja seperti bagaimana kabar anda".
Walikota ini mengatakan bahwa sang wanita kemudian mengirim foto-foto dirinya dan meminta sang walikota untuk melakukan hal yang sama.
"Foto yang dikirim adalah foto dirinya sendiri, dan namun saya bisa mengatakan kurang pantas."
SEORANG Wali Kota di Sydney memberikan penjelasan mengenai usaha pemerasan yang dilakukan terhadap dirinya menggunakan situs jaringan Linkedin, dan
- Dunia Hari Ini: Vatikan Mengatakan Paus Fransiskus Masih dalam kondisi kritis
- Dunia Hari Ini: Ledakan Bus di Israel Diduga 'Serangan Teror'
- Pelajar di Luar Negeri Ikut Dukung Aksi 'Indonesia Gelap'
- Dunia Hari Ini: Presiden Prabowo Subianto Lantik 481 Kepala Daerah
- Dunia Hari Ini: Bus Terjun ke Jurang di Bolivia, 30 Orang Tewas
- Omon-Omon Pemangkasan Anggaran: Efisiensi yang Kontradiktif?