Politisi Perempuan di Jepang Tidak Boleh Bicara di Rapat Dewan Partai

Usulan perubahan terjadi setelah komentar kontroversial yang disampaikan oleh mantan perdana menteri dari LDP Yoshiro Mori.
Dalam kedudukannya sebagai Presiden Panitia Penyelenggara Olimpiade Tokyo Mori, ia baru-baru ini mengatakan perempuan terlalu banyak berbicara dalam pertemuan, sehingga membuat rapat menjadi lama.
Komentar tersebut jadi pemberitaan di seluruh dunia, Mori sempat meminta maaf, namun mengatakan tidak akan mengundurkan diri.
Mori akhirnya mengundurkan diri dan fokus perhatian semakin diarahkan kepada kesenjangan gender dalam kehidupan politik di negara dengan perekonomian ketiga terbesar di dunia tersebut.
Menurut Sekretaris Jenderal LDP, Toshihiro Nikai yang berusia 82 tahun, keputusan diambil untuk memungkinkan anggota perempuan partai melihat bagaimana pengambilan keputusan dilakukan dalam partai tersebut.
Nikai mengatakan dia sudah mendengar adanya kritikan soal dewan pimpinan yang didominasi pria.
"Penting sekali untuk sepenuhnya mengerti apa saja pembicaraan yang dilakukan," katanya dalam jumpa pers,

Partai Liberal Demokrat (LDP) yang saat ini sedang berkuasa di Jepang mendapat banyak kritikan, karena dianggap terlalu banyak dikuasai politisi pria
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang