Politisi PKS Anggap Debat Capres Mirip Pildacil
jpnn.com - JAKARTA - Anggota Tim Sukses pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Fahri Hamzah menilai debat perdana capres-cawapres yang digelar Senin (9/6) lalu seperti acara cerdas cermat atau pemilihan dai kecil (pildacil) di salah satu televisi swasta. Fahri justru menyebut faktor moderator membuat jalannya debat menjadi tak menarik.
"Dua pasang calon presiden ini akan mengikuti lima kali debat. Penilaian saya, debat yang kemarin itu kayak cerdas cermat atau pildacil," kata Fahri Hamzah, saat diskusi 'Efektifitas Debat Capres Pengaruhi Pemilih', di press room DPR, Senayan Jakarta, Kamis (12/6).
Mestinya, kata Fahri, dalam sebuah debat harus terjadi saling potong pembicaraan. Sebab, dari situ akan terlihat tingkat pengetahuan para kandidat.
"Padahal, melalui potong-memotong pembicaraan akan terungkap kedalaman atau kedangkalan kandidat dan biarkan publik yang menilainya. Kalau ada yang berpikirnya mendalam dan bisa dia perdalam, juga harus dihargai. Menurut saya harus saling serang. Tidak masalah itu. Kalau dua-duanya tidak perform, maka golput akan tinggi," tegasnya.
Karenanya politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta KPU untuk memilih moderator yang lebih punya kapasitas dan berada di tengah-tengah peserta debat. "Masa dari 240 juta lebih warga Indonesia tidak ada yang lebih kapabel untuk memoderatori sebuah debat? Pasti ada kalau KPU mau," imbuhnya.(fas/jpnn)
JAKARTA - Anggota Tim Sukses pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Fahri Hamzah menilai debat perdana capres-cawapres yang digelar
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- MPR Goes to Campus Dimulai, Eddy Soeparno Mengampanyekan Urgensi Transisi Energi
- Kiai Maman Tegas, Program MBG Tak Perlu Pakai Dana Zakat
- Pemerintah Ingin Batasi Penggunaan Medsos, Sukamta: Penting Dibuka Opsinya
- Wacana Pertemuan Megawati-Prabowo, Said: Semoga Terlaksana Sebelum PDIP Melaksanakan Kongres
- Afriansyah Noor Keluar dari PBB Setelah Kalah Pemilihan Ketum
- Tak Mudah Buat Prabowo dan Megawati, Ada yang Lucu