Polling Fadli Zon: Tiga Tahun Jokowi, Hidup Lebih Susah

Kemudian, akselerasi utang menyebabkan defisit anggaran. Menurut Fadli, defisit anggaran Indonesia termasuk yang tertinggi. “Utang kita mencapai rekor tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia yakni Rp 4 triliun,” paparnya.
Fadli mengatakan, beberapa hal yang dilakukan Jokowi justru mempersulit masyarakat. Sebab, kata dia, apa yang dilakukan seolah-olah kerja-kerja-kerja itu sebenarnya hasilnya tidak langsung dirasakan masyarakat.
Contohnya, pembangunan infrastruktur yang mengambil porsi anggaran pendapatan belanja negara (APBN) yang begitu besar, tidak memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan, berdasarkan data sejumlah survei dengan metode kuantitatif baik yang reguler maupun per enam bulan, memperlihatkan ada kemajuan di bidang ekonomi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
“Dari aspek kestabilan (ekonomi) relatif stabil. Mulai nilai kurs, inflasi dan lainnya,” kata Andreas dalam diskusi itu.
Dia juga menilai konsep Indonesia sentris yang diterapkan Jokowi-JK mampu menciptakan pemerataan pembangunan baik infrastruktur, yang bersifat kesejahteraan sosial, ekonomi.
“Perhatian khusus juga dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK di wilayah seperti Papua dengan indikator-indikator peningkatan investasi, maupun infrastruktur,” jelasnya.
Andreas juga menambahkan, indikator pembangunan manusia juga meningkat secara gradual pada posisi di atas tujuh persen. “Ini meningkat terus,” tegasnya.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon membuat polling di medsos untuk mengetahui penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Jokowi
- Jadi Ketua Dewan Pembina PARFI '56, Fadli Zon Sampaikan Komitmen untuk Industri Film
- Di Hong Kong, Fadli Zon Banggakan Film Nasional kian Mengglobal
- Hong Kong International FILMART 2025, Fadli Zon: Saatnya Indonesia Jadi Pemain Utama
- Hari Musik Nasional 2025, Vinyl Indonesia Raya dari 8 Versi Diluncurkan
- Bobby Nasution Batal Hadiri Pisah Sambut Walkot Medan, Gerindra: Jangan Dibesar-besarkan
- Berdialog dengan Fadli Zon, Putu Rudana: Seni Budaya Harus Jadi Mercusuar Bernegara