Polri Gerebek 13 Teroris, 4 Mati, Ini Cerita Lengkapnya
Dengan demikian, di Sidoarjo ada empat orang yang ditangkap hidup-hidup dan empat terduga teroris yang diamankan dalam kondisi tidak bernyawa.
Di Malang, penggerebekan berlangsung sekitar pukul 13.00 di kompleks Sawojajar II. Polisi bersama anggota TNI menggerebek satu rumah di sana. Dari rumah itu, petugas mengamankan terduga teroris Arifin, 50. Arifin ditangkap polisi berdasar pengembangan penyelidikan dari operasi di Surabaya.
Menurut warga, Arifin adalah sosok yang ramah, tetapi eksklusif dalam urusan ibadah. Terpisah dari warga lain. ’’Dia orang baik. Dia juga sering mengikuti kegiatan warga,’’ ungkap Winanti, salah seorang warga, kepada Jawa Pos Radar Malang. ’’Dia tidak salat berjamaah di masjid kampung, tetapi di tempat lain,’’ lanjutnya.
Wakapolres Malang Kompol Decky Hermansyah menjelaskan, Arifin diamankan bersama beberapa barang bukti. ’’Ada beberapa buku yang diambil,’’ katanya.
Sampai tadi malam, rumah Arifin masih di-police line. Polisi akan melakukan penyelidikan di sana. Ada beberapa barang bukti yang bakal diambil lagi. Polisi tidak menemukan bahan peledak atau bahan kimia dalam penggerebekan tersebut. (via/edi/fim/jpr/c5/ang)
Didukung TNI, Polri menggelar tiga operasi. Di Surabaya empat teroris ditangkap, di Sidoarjo empat ditangkap empat lainnya tewas. Di Malang satu ditangkap.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Tangkap 3 Terduga Teroris di Sukoharjo, Densus 88 Sita Sajam di Rumah SQ
- Densus 88 Bubarkan Jamaah Islamiyah, Ormas yang Pernah Ledakkan HKBP Hangtuah Pekanbaru
- Irjen Eddy Hartono Jadi Kepala BNPT, Sahroni Minta Lanjutkan Pencapaian Zero Terrorist Attack
- Teroris di Batu Menyiapkan Bom Berdaya Ledak Tinggi Untuk Bunuh Diri
- Teroris yang Ditangkap di Batu Berencana Mengebom Tempat Ibadah
- Anak Polisi Korban Bom Surabaya Diterima Sebagai Bintara Polri