Polri Ingin Pencarian Penumpang Pesawat Diperpanjang

jpnn.com - JAKARTA - Mabes Polri menginginkan agar batas waktu pencarian penumpang dan pesawat Skytruck yang diduga jatuh di perairan Kepulauan Riau pekan lalu diperpanjang. Sebab, pencarian pesawat yang dilakukan sejak Sabtu 2 Desember 2016 itu akan berakhir Jumat 9 Desember 2016 besok.
Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, permintaan itu sudah disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat mengunjungi posko pencarian di Pulau Senayang, Kepri.
Menurut Martinus, Kapolri meminta pencarian jangan hanya terbatas tujuh hari. "Tapi dilanjutkan 10 hari sampai Senin (12/12)," kata Martinus di Mabes Polri, Kamis (8/12).
Martinus mengatakan pencarian penumpang maupun pesawat menemukan sejumlah kendala. Antara lain, arus bawah laut yang cukup besar sehingga diduga bisa memindahkan posisi puing pesawat maupun korban dari satu titik ke titik lainnya. Selain itu, kata Martinus, dibutuhkan banyak penyelam untuk melakukan operasi pencarian.
Seperti diketahui, pesawat N 28 Skytruck nomor registrasi P4201 milik Polri dengan rute penerbangan Pangkal Pinang-Batam dan Palembang, hilang kontak sekitar pukul 11.10, Sabtu (2/12) di perairan Kepri. Pesawat itu memuat 13 anggota Polri. Belum bisa dipastikan penyebab hilang kontaknya pesawat tersebut.(boy/jpnn)
JAKARTA - Mabes Polri menginginkan agar batas waktu pencarian penumpang dan pesawat Skytruck yang diduga jatuh di perairan Kepulauan Riau pekan lalu
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- KPJ Healthcare Malaysia Tawarkan Wisata Medis Berkualitas Bagi Pasien Indonesia
- Jelang Seleksi Kompetensi PPPK Tahap 2, Honorer Satpol PP Ajukan 5 Tuntutan, Poin 4 & 5 Menohok
- Tanggapi Kisruh Grup Musik Sukatani, DPR: Kapolda Tidak Bisa Lepas Tanggung Jawab
- Kapolri Jenderal Listyo Tegaskan TNI-Polri tetap Solid Pascainsiden di Mapolres Tarakan
- Wamen Viva Yoga Ajak Perguruan Tinggi Berkolaborasi Membangun Kawasan Transmigrasi
- Komisi V DPR: Langkah Kemendes Pecat Pendamping Desa karena Maju Caleg Tidak Berdasar