Polri Sikat Muslim Cyber Army, Hoaks Telur Palsu Malah Viral

jpnn.com, JAKARTA - Langkah Polri menggulung kelompok ujaran kebencian dan pembuat hoaks Muslim Cyber Army (MCA) terasa imbasnya di media sosial. Berdasar klaim Polri, kini ada penurunan hoaks dan ujaran kebencian.
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, saat ini hoaks tentang penganiayaan ulama menurun. Hanya saja, masih ada hoaks tentang telur palsu.
“Untuk yang penganiayaan ulama menurun. Tapi hoaks masalah pangan, telur palsu merebak di mana-mana," ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/3).
Setyo menambahkan, jika masyarakat memang menemukan telur palsu maka sebaiknya segera melapor ke pihak berwenang. Menurutnya, sampai saat ini belum ada teknologi untuk memalsukan telur dengan biaya lebih murah.
Mantan wakil kepala Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri itu menambahkan, isu telur palsu ini dapat merugikan para peternak ayam. Pasalnya, isu itu bisa memicu masyarakat enggan mengonsumsi telut.
Setyo menambahkan, peternak ayam telur mengeluhkan isu itu. “Kalau lama-lama peternak bangkrut," ujar dia.
Bahkan, imbas menurunnya konsumsi telur bisa berimbas pada generasi mendatang lantaran kekurangan protein. "Saya melihat ke depan ada sesuatu yang berbahaya kalau (hoaks telur palsu, red) kita telan mentah-mentah. Kalau ada telur diduga palsu, segera ke dinas peternakan terdekat,” tandas dia.(mg1/jpnn)
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, saat ini hoaks tentang penganiayaan ulama menurun. Hanya saja, masih ada hoaks tentang telur palsu.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- IRT di Inhu Mengaku Dibegal, Saat Diselidiki Polisi, Ternyata
- Mahasiswa Imbau Masyarakat Jangan Terprovokasi Hoaks di Medsos
- Akademisi Sebut Hoaks Hambat Perkembangan Generasi Indonesia Emas 2045
- Pelaku Ujaran Kebencian di Australia Bisa Dipenjara Dua Tahun
- Minta Pengusutan Hoaks Tendensius ke Kapolri, PP GPA: Jika Dibiarkan Memicu Konflik
- Hanya Demi Popularitas, Konten Kreator Asal Malaysia Buat Informasi Palsu