Poros Baru Bentukan Gerindra, Pemanasan Hadapi Pilpres

Kompetensi tokoh tidak lagi menjadi poin utama yang dilihat partai-partai yang masih mengambang saat ini. Tetapi, kemampuan mereka untuk menyamai popularitas dan elektabilitas Gus Ipul dan Khofifah.
Memang, lantas muncul kesan bahwa poros baru itu sulit mencari tokoh. Namun, Mochtar optimistis poros ketiga tetap eksis. Sebab, koalisi yang dibangun Gerindra saat ini berpengaruh pada pileg dan pilpres.
Di sisi lain, Bupati Trenggalek Emil Dardak yang menjadi cawagub Khofifah mengatakan, dirinya masih berkomunikasi dengan PAN, Gerindra, dan partai-partai lain.
’’Dengan PAN masih komunikasi sampai sekarang. Saya lihat Gerindra juga sebenarnya punya banyak pilihan,” ujar Emil saat ditemui di Surabaya, Minggu (31/12).
Menurut Emil, tidak masalah meski partai-partai tersebut belum menentukan sikap hingga hari ini.
Jika menilik sejarah, lanjut dia, konfigurasi pasangan calon baru benar-benar pasti justru saat last minute. Yang ada sekarang bisa jadi berubah, bergantung dinamika masing-masing partai.
Pasangan Khofifah-Emil saat ini masih menunggu rekomendasi dari partai-partai lain yang sudah menyatakan dukungan. Misalnya, Nasdem dan PPP.
Emil mengatakan sudah mendapat informasi soal rekomendasi dari dua partai tersebut.
Poros baru yang dimotori Gerindra untuk menghadapi Pilgub Jatim 2018 diyakini tetap eksis, sebagai panggung pemanasan jelang Pilpres 2019.
- Mendes Yandri Berkolaborasi dengan PP Muhammadiyah Kuatkan Ekonomi dan Dakwah di Desa
- Bobby Nasution Batal Hadiri Pisah Sambut Walkot Medan, Gerindra: Jangan Dibesar-besarkan
- Langkah Mendes Yandri Berhentikan TPP Dinilai Bukan karena Like and Dislike
- Mendes Yandri: Insyaallah Swasembada Pangan Segera Terwujud Jika Ada Kolaborasi
- Legislator Gerindra Ajak Masyarakat Pakai BBM Pertamina, Jamin Tidak Ada Oplosan
- Sambut Bulan Ramadan, Kader Partai Gerindra Jakarta Bagikan Ribuan Paket Beras Kepada Warga Kemayoran