Potensi Persoalan dari Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J, Waduh

Adapun kemungkinan kedua ialah terdapat temuan baru dibanding autopsi pertama. Oleh karena itu Abdul mengkhawatirkan perbedaan hasil autopsi akan menimbulkan persoalan pada penanganan selanjutnya.
"Hasil autopsi mana yang akan digunakan dalam proses persidangan? Bagaimana nasib para dokter yang melakukan pemeriksaan pada autopsi sebelumnya?” tuturnya.
Selain itu, muncul pula muncul pertanyaan apakah para dokter yang melakukan autopsi pertama bisa dipersalahkan.
“Apakah ada faktor tekanan dalam menyimpulkan hasil autopsi? Apakah terjadi pelanggaran etik, disiplin, dan hukum?" tuturnya.
Baca Juga: Begitu Berat Ancaman Diterima Brigadir J sebelum Kematiannya, Diceritakan kepada Sang Ibu
Abdul menegaskan bukti-bukti dari jenazah yang telah mengalami pembusukan akan semakin kabur.
“Idealnya, semua prosedur dalam bongkar makam memang harus dilakukan sesegera mungkin sehingga bukti-bukti masih dapat ditemukan,” ujarnya.
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum dan Mediasi Kesehatan Rakyat pun mengharapkan kasus itu menjadi pembelajaran.
dr. Abdul Kolib menilai autopsi ulang jenazah Brigadir J yang tewas dalam baku tembak di rumah Irjen Ferdy Sambo, berpotensi menimbulkan persoalan ini.
- Kapolri Instruksikan Antisipasi Kejahatan di Stasiun untuk Mudik Lebih Aman
- Pantau Bandara Soetta, Kapolri Instruksikan Patroli Rutin untuk Pemudik Lebaran 2025
- Kapolri Klaim One Way Cikatama-Kalikangkung Lancar, Waktu Tempuh 5 Jam
- Kapolri Minta Pemudik Mewaspadai Potensi Hujan yang Memengaruhi Perjalanan
- Kapolri Imbau Pemudik Waspada di Tol Solo-Jogja, Arus Padat & Fasilitas Minim
- KMMP Desak Kapolri Tuntaskan Kasus Hukum Robertus Robet