PPNI Jateng Meminta Pemda Memprioritaskan Perawat Honorer menjadi PPPK

jpnn.com, KUDUS - Dewan Perwakilan Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah (DPW PPNI Jawa Tengah) menyatakan masih banyak perawat yang berstatus guru honorer.
Oleh karena itu, DPW PPNI Jateng meminta pemerintah daerah masing-masing di provinsi itu memprioritaskan perawat berstatus guru honorer dalam seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Ketua DPW PPNI Jateng Kurnia Yuliastuti mengatakan pihaknya mencatat ada sekitar 8.300 dari 84.000 perawat di provinsi itu yang masih berstatus sebagai tenaga honorer.
“Hal ini perlu menjadi perhatian oleh masing-masing pemerintah daerah," kata Kurnia di sela-sela peresmian Gedung Kudus Nursing Center (KNC) di Kudus, Jateng, Kamis (18/3).
Dia menambahkan pemerintah perlu memikirkan nasib perawat honorer di wilayah masing-masing yang bertugas di setiap lini pelayanan kesehatan dasar, baik di puskesmas, rumah sakit, serta instansi-instansi yankes lainnya.
Sebab, ujar Kurnia, gaji yang diterima perawat berstatus honorer itu masih di bawah upah minimum kabupaten/kota.
Dia mengaku mendapatkan banyak keluhan bahwa para perawat honorer bekerja dan dibayar jauh di bawah yang selayaknya.
Oleh karena itu, katanya, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya perlu meningkatkan kesejahteraan mereka.
Masih banyak perawat yang berstatus tenaga honorer. PPNI Jateng meminta pemda memprioritaskan perawat honorer dalam seleksi PPPK.
- Kepala BKN Tegaskan TMT CPNS dan PPPK 2024 Dihitung 1 Maret 2025
- Setop Rekrut Honorer Baru, Angkat Dahulu R2/R3 Jadi PPPK
- 5 Berita Terpopuler: Innalillahi, Polemik Muncul, Usulan Penetapan NIP CPNS & PPPK 2024 Ditunggu!
- Pemda Belum Mengajukan Usulan Penetapan NIP CPNS & PPPK 2024, BKN Akan Lakukan Ini
- One Way Lokal Arus Balik Jateng Dimulai Hari Ini, Fokus di Tol Banyumanik
- 5 Berita Terpopuler: Permintaan Kepala BKN Sangat Serius, Pengangkatan PPPK Bakal Tuntas 2025, Ini Buktinya