PPP Merasakan Hal Mengganjal jika PAN Masuk Barisan Jokowi
"Kami tidak keberatan. Yang jelas, itu sepenuhnya hak prerogatif presiden. Hanya, ini sekali lagi ada aspirasi dari internal," ungkap Arsul.
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi membantah pemberitaan yang menyebut ketum parpolnya, Zulkifli Hasan, bertemu dengan Presiden Jokowi pada akhir pekan kemarin.
"Berita itu tidak benar," kata Viva pada Senin (7/3).
Sebelumnya, Jokowi diberitakan hendak mereshuffle kabinet.
Kepala negara disebut sudah bertemu dengan Zulkifli Hasan atau Zulhas pada Jumat (4/3) kemarin untuk menyikapi rencana reshuffle.
Viva menuturkan, Zulhas selama sepekan kemarin sibuk melaksanakan konsolidasi kader PAN di Jawa Tengah.
"Keliling ke seluruh kabupaten atau kota untuk bertemu dengan basis konstituen dan pengurus partai," beber pria kelahiran Jawa Timur itu.
Namun, kata Viva, PAN sebagai partai koalisi pemerintah tetap konsisten dan berkomitmen membantu pemerintahan Jokowi. (ast/jpnn)
Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani menyebutkan bahwa kadernya merasa ada yang sedikit mengganjal jika PAN mendapat jatah menteri di kabinet era Jokowi-Maruf Amin
Redaktur : Tarmizi Hamdi
Reporter : Aristo Setiawan, Tarmizi Hamdi
- Wajar Harga Pangan Mahal, Zulhas Sebut akan Normal Seminggu Pascalebaran
- Mardiono Tegaskan Pentingnya Kebersamaan dalam Kegiatan Bukber Kader PPP
- Putri Zulkifli Hasan Melepas 1.500 Peserta Mudik Gratis Bersama PAN
- DPC Solo Raya Dorong Mardiono Jadi Ketum PPP 2025-2030, Ini Alasannya
- Jalankan Instruksi Ketum PAN, Eddy Soeparno Bagikan Sembako di 11 Kabupaten/Kota di Jabar
- Wawali Iswar Apresiasi Gerakan Pangan Murah Serentak se-Jateng Digelar di Kota Semarang