Prabowo Disebut Terima Suap, Yusril: Berita Hoaks Terbesar

"Tidak ada penalti apa pun kepada Pemerintah RI akibat pembatalan itu," ucapnya.
Yusril lebih lanjut mengatakan Pemerintah Qatar memang ingin Indonesia membeli pesawat bekas dimaksud secara tunai.
Namun, pemerintah ingin membelinya dengan cara utang.
Sebab itu pemerintah menggunakan agen perusahaan dari Republik Czech.
Namun karena keterbatasan anggaran, pembelian dengan cara utang itupun akhirnya tidak jadi dilaksanakan.
"Tidak benar badan anti korupsi Uni Eropah melakukan investigasi (terhadap) Menhan RI Prabowo. Berita hal ini didasarkan komunikasi antara badan anti korupsi itu dengan Kedubes Amerika Serikat di Jakarta, yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya," katanya.
Yusril lebih lanjut mengatakan kalau investigasi dimaksud ada, maka pihak Qatar dan agen dari Czech juga akan lebih dahulu diinvestigasi. Namun, kenyataannya hal itu tidak terjadi.
Yusril juga menyebut penulis berita Jhon William dan media yang memberitakan bukan media meanstrem yang kredrebilitas pemberitaannya dapat dipercaya.
Yusril menanggapi pemberitaan media asing yang menyebut Prabowo terima suap. Yusril mengatakan berita tersebut hoaks terbesar.
- Setuju Ambang Batas Parlemen 4 Persen Dihapus, Eddy Soeparno: Bentuk Keadilan Demokrasi
- Rommy Minta Pengurus Partai Tobat, Wasekjen PPP Bereaksi Begini
- Hadiri HUT ke-60 Golkar, Bamsoet Apresiasi Prabowo Dukung Perubahan Sistem Demokrasi
- Mardiono: Kader PPP Menyalahkan Kekurangan Logistik Pas Kalah Pemilu 2024
- Menjelang Pelantikan Prabowo-Gibran, MUI Keluarkan 3 Seruan Penting
- 2 Daerah ini Paling Rawan Terjadi Pelanggaran Netralitas ASN