Prajurit TNI tak Mungkin Dikerahkan, kok Bisa?

jpnn.com - JAKARTA – Hingga kini pemerintah masih terus berupaya membebaskan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok radikal Abu Sayyaf di Filipina.
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, 10 WNI masih berada di wilayah Filipina.
Namun, diakui Badrodin, untuk operasi pembebasan sandera masih sulit dilakukan.
Penyebabnya, konstitusi di Filipina melarang kekuatan militer asing melakukan operasi di negaranya.
"Sehingga tidak mungkin kita melakukan operasi di sana (Filipina)," kata Badrodin di Cirebon, Jawa Barat, (6/4).
Meski demikian, pemerintah terus berkoordinasi dengan pemerintah Filipina untuk segera mengambil langkah membebaskan 10 sandera itu.
Yang terpenting, tegas Badrodin, 10 WNI sandera Abu Sayyaf bisa bebas dengan selamat dan tanpa memberikan uang tebusan.
"Nah kami harapkan Filipina (terus berupaya), tetapi yang pesan kami paling utama bagaimana sandera selamat. Kami prioritas pada penyemalamatan (sandera)," tandas Badrodin. (elf/JPG)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Rano Karno Berniat Rekrut 1.000 Personel Damkar per Tahun di Jakarta
- Izin Belum Beres, Penerbangan Fly Jaya ke Karimunjawa Ditunda hingga Juli 2025
- SIF Perkuat Kemampuan Pendidik & Terapis Indonesia untuk Anak-Anak Berkebutuhan Khusus
- Pram-Rano Buka Kemungkinan Lanjutkan Pembangunan ITF Sunter yang Digagas Anies
- Bonggas Chandra Tegaskan Sekda Sebagai Partner Strategis Bagi Kepala Daerah
- Masuk Ancol Gratis Sepanjang Ramadan, Ngabuburit Makin Seru