Prancis Haramkan Gadget di Sekolah

Sebab, pada praktiknya, aturan seperti itu sudah berlaku sejak 2010. Saat itu tidak ada siswa maupun guru yang boleh mengaktifkan telepon genggam di dalam kelas.
Namun, Blanquer menolak anggapan tersebut. Dia menegaskan bahwa usul itu murni lahir dari kepedulian pemerintah terhadap generasi muda. Menurut dia, tingkat ketergantungan remaja Prancis pada gawai sudah sangat memprihatinkan.
Di sekolah, nyaris tidak ada siswa yang berinteraksi dengan temannya karena asyik dengan smartphoe atau tablet dan smartwatch mereka.
Selain itu, sekolah-sekolah menjadi hening saat jam istirahat tiba. Sebab, tidak ada siswa yang bermain atau melakukan aktivitas fisik. Mereka lebih senang duduk-duduk sambil memainkan gawai.
Fenomena tersebut tentu saja berdampak pada kesehatan dan perkembangan psikologis remaja. Karena itu, pemerintah harus bertindak. Mulai September, tidak ada gawai yang boleh aktif di lingkungan sekolah. Mulai TK sampai SMP.
Anak dan remaja usia 3–15 tahun memang menjadi sasaran utama regulasi tersebut. Pasalnya, di rentang usia itulah kebiasaan-kebiasaan baik bisa ditempa. (sha/c22/hep)
Semakin tingginya angka kecanduan remaja Prancis terhadap gawai membuat pemerintah menerapkan kebijakan ekstrem
Redaktur & Reporter : Adil
- Presiden Macron: Serangan Israel di Beirut Tak Dapat Diterima
- Prancis Apresiasi Polres Tanjung Priok Tangkap Pelaku Pembegalan Warganya
- KADIN Indonesia Apresiasi Investasi Prancis dalam Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
- Monster Itu Bernama Gadget
- HONOR Resmi Mengumumkan Kembali ke Pasar Gadget Indonesia
- Jerman dan Amerika Diguncang Aksi Teror, Prancis Panik