Presiden Jokowi didampingi Mentan Lakukan Percepatan Tanam Padi di Tuban, Lihat Tuh

Mantan Wali Kota Solo itu berharap para petani tidak ketergantungan kepada pupuk kimia.
"Sehingga jangan sampai ada keluhan petani, pupuknya sulit, ya memang sulit, semua negara urusan pupuk memang sulit. Namun ada pilihan-pilihan. Saya kira bagus sekali dan hasilnya di awal memang agak turun sedikit tetapi setelah itu malahan meningkat, ini yang bagus," paparnya.
Presiden Jokowi menegaskan telah memerintahkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo agar pengembangan pertanian organik secara luar dilakukan di semua provinsi, bukan hanya Jawa Timur.
Namun diakuinya persoalan utamanya adalah petani memang harus memiliki paling tidak satu keluarga itu dua ekor sapi agar dapat membuat pupuk organik secara mandiri.
"Di sini sudah, di daerah lain nanti tugasnya Kementerian Pertanian nanti untuk mencukupi itu sehingga bisa dipakai untuk membikin pupuk organik," kata eks Gubernur DKI Jakarta itu.
Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga mengaku senang setelah mengetahui harga gabah di petani saat ini jauh lebik baik dibanding tahun yang lalu.
"Petani mestinya seneng. Harga gabah petani Rp 5.700, tinggi sekali, tahun yang lalu Rp 4 ribu hingga Rp 4.200," ujar Jokowi.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menambahkan percepatan tanam padi usai panen ini merupakan strategi Presiden Jokowi yang diperintahkan kepada Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menghadapi dampak El Nina atau kemarau panjang agar produksi dan ketersediaan beras tetap terjaga.
Tak hanya memanfaatkan air, pengembangan program percepatan tanam juga dengan menerapkan pertanian organik.
Presiden Jokowi mendorong percepatan tanam kembali dilakukan setelah panen sehingga ketersediaan beras nasional semakin tangguh dalam kondisi apapun.
- Bulog Terus Pantau Penyerapan Gabah & Beras Meski Libur Lebaran
- Satgas Pangan Bergerak Endus Kecurangan Beras Premium
- Hari Kedua Lebaran, Mentan Tancap Gas Turun Lapangan Sidak 4 Gudang Bulog di Sulsel
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- Hadapi Puncak Panen, Bulog Jatim Optimalisasi Sarana Pengeringan dan Pengolahan
- Raker dengan Pejabat di Kementan, Legislator NasDem Sorot Program Cetak Sawah