Presiden Jokowi Sebut Radikalisme dalam Pesan untuk GMNI

Arjuna berharap pemerintah terus mendukung gerakan mahasiswa yang konsisten melawan radikalisme.
Karena menurutnya, radikalisme adalah masalah universal yang berdampak pada seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti meningkatnya intoleransi hingga aksi terorisme.
Arjuna juga menyampaikan, GMNI konsisten mengawal kebijakan pemerintah seperti memberi kritik terhadap kebijakan yang dirasa menyengsarakan kehidupan kaum marhaen.
Seperti, impor beras hingga melakukan edukasi terkait vaksinasi dan pencegahan Covid-19 secara ilmiah.
“Kami juga terus konsisten melakukan kritik apabila dirasa kebijakan pemerintah berdampak buruk kepada kehidupan kaum marhaen. Kami juga aktif melakukan edukasi terkait Covid-19 secara ilmiah. Semua ini dilakukan untuk kebaikan masyarakat, bangsa dan negara,” ucapnya.
Sebagai informasi, dalam Dies Natalis kali ini GMNI memberikan penghargaan 'GMNI Intelectual Awards' kepada sejumlah tokoh alumni GMNI yang memiliki track record intelektual, berkontribusi bagi gerakan, masyarakat, serta nusa dan bangsa.
Masing-masing tokoh hukum tata negara Sri Soemantri Martosoewignjo, Ketua MPR-RI periode 2009–2014 yang juga penggagas 4 pilar kebangsaan (alm) Muhammad Taufiq Kiemas.
Kemudian kepada pakar ilmu politik Cornelis Lay dan kepada mantan Mensesneg di era Presiden Abdurrahman Wahid, Bondan Gunawan Sastrosudarmo.(gir/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
Presiden Joko widodo menyampaikan pesan khusus untuk GMNI, sebut-sebut soal radikalisme dan toleransi.
Redaktur & Reporter : Ken Girsang
- Akademisi: Sebagian WNI di Suriah Layak Mendapat Kesempatan Kedua
- Prabowo: Danantara Akan jadi Salah Satu Pengelola Dana Kekayaan Negara Terbesar di Dunia
- Jokowi Lakukan Pertemuan Terbatas dengan Sultan HB X di Klaten
- Jokowi Masuk Daftar Pemimpin Terkorup Versi OCCRP, Guntur Romli Colek KPK-Kejagung
- Mendiktisaintek: Pendidikan Ampuh Mencegah Radikalisme dan Terorisme
- BNPT & PNM Kerja Sama Cegah Radikalisme lewat Pemberdayaan Ekonomi