Presiden Menjadi Bukti Hidup Bahwa Obat Itu Manjur Melawan Virus Corona

jpnn.com, RIO DE JANEIRO - Presiden Brasil Jair Bolsonaro menilai kebijakan penguncian wilayah atau lockdown yang bertujuan untuk mengadang penyebaran virus corona malah membunuh perekonomian negerinya.
"Tanpa gaji dan pekerjaan, rakyat mati," katanya, Sabtu (18/7), merujuk pembatasan yang diberlakukan oleh beberapa negara bagian dan pemerintahan kota.
"Lockdown membunuh," tambahnya, seraya mengatakan bahwa beberapa elite politik telah mencekik perekonomian dengan jam malam yang dipaksakan.
Pernyataan presiden itu muncul saat perekonomian Brasil diperkirakan menyusut 6,4 persen tahun ini, akibat terhantam oleh pandemi.
Bolsonaro, yang mengumumkan dia terinfeksi COVID-19 pada 7 Juli, menemui para pendukungnya di kawasan rumah dinasnya, Istana Alvorada, di Brasil.
Presiden mengenakan masker dan menjaga jarak beberapa meter dari para pendukungnya.
Bolsonaro mengatakan dia merasa sehat meskipun terinfeksi virus dan memuji kesehatannya berkat hydroxychloroquine untuk melawan COVID-19 sekalipun tak ada bukti ilmiah.
"Sayalah bukti hidup (bahwa obat itu manjur)," katanya kepada para pendukungnya.
Presiden juga menilai kebijakan lockdown terkait virus corona telah membunuh atau mencekik perekonomian nasional.
- Argentina vs Brasil, Raphinha Optimistis Bisa Cetak Gol ke Gawang Tim Tango
- Messi Cedera, Absen Bela Argentina Hadapi Brasil & Uruguay
- Cedera Lagi, Neymar Dicoret dari Skuad Timnas Brasil
- Setelah Absen Satu Setengah Tahun, Neymar Kembali Dipanggil Memperkuat Brasil
- Mimpi Berkuasa Lagi, Donald Trump versi Amerika Selatan Malah Terjerat Kasus Kudeta
- Tinggalkan Al-Hilal, Neymar Kembali ke Santos