Pria Australia Ini Menyerahkan Jasadnya untuk Penelitian Kedokteran Ketika Meninggal Nanti

Brian berharap sesudah meninggal, bagian tubuhnya bisa digunakan membantu para calon dokter yang nantinya akan memberi layanan kesehatan kepada masyarakat.
"Saya berharap para dokter, perawat, dokter gigi akan bisa berlatih dengan jasad manusia sebenarnya. Tentu saja yang sudah meninggal," katanya.
Brian mengatakan banyak orang Australia belum menyadari bahwa mereka bisa menyerahkan tubuh mereka untuk penelitian kedokteran setelah meninggal.
Dia salut pada keputusan keluarga Paul Green, mantan atlet rugby NRL yang bunuh diri Agustus lalu, untuk menyerahkan otaknya untuk penelitian dokter terhadap kondisi chronic traumatic encephalopathy (CTE)
Dia berharap keputusan mereka akan membuat yang lain melakukan tindakan yang sama.
"Kita bisa melihat manfaat dari sains dan apa yang dipelajari oleh para ilmuwan," kata Brian.
"Mereka tidak bisa melakukannya ketika kita masih hidup namun mereka bisa melakukannya ketika kita tidak ada lagi."
Jasad memang diperlukan untuk penelitian
Koordinator program penerimaan tubuh manusia untuk penelitian di JCU Rod Cook mengatakan universitas tersebut memerlukan antara 30-40 tubuh manusia setiap tahun untuk pendidikan dan penelitian.
Brian Kershaw berharap dengan menyumbangkan jasadnya ketika meninggal nanti dia akan membantu kemajuan penelitian di bidang kedokteran
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana