Pria Australia Ini Menyerahkan Jasadnya untuk Penelitian Kedokteran Ketika Meninggal Nanti

"Itulah yang terjadi ketika kita melakukan penelitian," katanya.
"Ketika kita membuka tempurung otak, kadang kita menemukan hal yang tidak kita duga sebelumnya, dampak dari penyakit yang ada sebelumnya.
"Itulah uniknya tubuh manusia dan tidak ada dua tubuh yang akan sama."
Manfaat mendonorkan jasad
Rod Cook mengakui walau ada banyak hal yang kadang menjadi pertimbangan bagi seseorang dan keluarga mereka untuk mendonorkan jasad, termasuk misalnya tidak bisa melakukan upacara pelepasan jenazah secara tradisional, dia melihat banyak manfaat bagi keluarga.
"Ketika kami mendapatkan jasad tersebut, kami membayar seluruh ongkos pengiriman jasad ke tempat kami," katanya.
"Setelah kami selesai, kami akan melakukan kremasi dan mengirimkan abu kepada keluarga, jadi mereka tidak mengeluarkan biaya sama sekali," katanya.
"Itu manfaatnya bagi keluarga, sementara bagi kami adalah penelitian medis dan pembelajaran bagi mahasiswa.
"Mahasiswa yang belajar hari ini akan menjadi dokter di masa depan, dan mereka akan bekerja untuk masyarakat lima atau enam tahun lagi."
Brian Kershaw berharap dengan menyumbangkan jasadnya ketika meninggal nanti dia akan membantu kemajuan penelitian di bidang kedokteran
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana