Pria Australia Konsumsi Garam Dua Kali Lipat Dari Seharusnya

Dan itu tidak saja berasal dari makanan yang selama ini kita anggap tidak sehat.
Sebuah penelitian yang diterbitkan tahun lalu menemukan bahwa kandungan garam di dalam sehelai roti bisa sama tingginya dengan garam di dalam paket kentang goreng.
Menurut Profesor Neal, pemerintah dan industri makanan harus meningkatkan usaha guna mengubah kandungan yang ada dalam makanan jadi untuk membuat perubahan besar.
"Kebanyakan tindakan yang sudah dilakukan adalah mencoba memberitahu kita semua mengenai kandungan garam yang mereka konsumsi. Itu merupakan hal baik, namun dampaknya tidak ada sama sekali."
Profesor Neal mengambil contoh apa yang dilakukan di Inggris di awal tahun 2000-an, ketika pemerintah menekan industri makanan guna mengurangi kadar garam dalam seluruh makanan.
Hasilnya? Terjadi 11 ribu serangan stroke dan serangan jantung berkuarang selama 10 tahun.
Investasi setara $ 26 juta (sekitar Rp 260 miilar) telah mampu menghemat sekitar $ 2,6 miliar dari sisi biaya kesehatan yang harus dikeluarkan.
Penelitian menunjukkan bahwa bila konsumsi garam dikurangi 10 persen selama 10 tahun di Australia dan Selandia Baru, maka hal itu akan menyelamatkan 11 ribu tahun kehidupan.
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi