Pria Australia Meninggal Usai Bedah Plastik di Malaysia

"Ia turun dari pesawat dengan kursi roda, saya tanya: 'Bagaimana kabarmu, Leigh?' Dia berkata: 'Mengerikan - saya sangat kesakitan, saya tak bisa menggambarkan rasa sakitnya', "katanya.
"Ketika saya melihat lubang yang menganga saya tak percaya apa yang saya lihat, saya bisa melihat dalamnya."
Grace kemudian menemukan anaknya pingsan di kamarnya keesokan harinya. Dia meninggal beberapa saat kemudian.
Operasi yang 'tak akan pernah dilakukan' di Australia

Koleksi Pribadi
Presiden dari lembaga Australian Society of Plastic Surgeons dan mantan kepala bagian operasi plastik di Royal Melbourne Hospital, Profesor Mark Ashton, sudah meninjau perawatan yang diberikan Leigh di Malaysia untuk penyelidikan.
Ia mengatakan beberapa operasi yang dilakukan Leigh tidak akan pernah dilakukan di Australia, dan perawatan yang ia terima sangatlah tidak memadai.
Laporan Pemeriksa menyebutkan Leigh memiliki beberapa luka terbuka yang mengeluarkan cairan, dan perawat menemukan ia kesakitan di kamar hotelnya dengan sepreinya berlumuran darah.
Profesor Ashton mengatakan Leigh akan diperlakukan sebagai pasien "berisiko tinggi" di Australia, bukan berisiko sedang seperti yang dikatakan ahli bedah Malaysia, Dr Nasir Zahari, karena memiliki berat badan 124 kilogram.
- Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Reformis, Meninggal Dunia pada Usia 88 tahun
- Dunia Hari Ini: PM Australia Sebut Rencana Militer Rusia di Indonesia sebagai 'Propaganda'
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia