Prihatin dengan Kondisi KPK, Pieter Zulkifli Komitmen Melakukan Penguatan

Prihatin dengan Kondisi KPK, Pieter Zulkifli Komitmen Melakukan Penguatan
Mantan Ketua Komisi III DPR Pieter C. Zulkifli Simabuea. Foto: Dokpri

jpnn.com, JAKARTA - Mantan Ketua Komisi III DPR RI Pieter C. Zulkifli mengaku ingin memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehingga membuat dirinya maju sebagai calon pimpinan pada lembaga tersebut.

Dia mengaku prihatin terhadap kondisi KPK yang terus mengalami berbagi masalah internal dan terpaan skandal yang merusak citra lembaga antirasuah tersebut.

“KPK adalah benteng terakhir rakyat dalam melawan korupsi, namun KPK tidak pernah keluar dari berbagai krisis berkepanjangan. Krisis ini menggerogoti marwah KPK melalui skandal dan konflik internal dan eksternal sehingga hubungan KPK dengan lintas lembaga negara kurang harmonis," kata Pieter dalam keterangannya, Selasa (23/7).

Pieter menyoroti peristiwa-peristiwa penting seperti perseteruan Cicak vs Buaya, insiden penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, hingga kasus pemerasan pimpinan KPK yang telah merusak, tidak hanya reputasi lembaga tetapi juga kepercayaan publik.

"Dengan berbagai prestasi dan pengalaman selama memimpin Komisi III DPR RI, di mana tugas sehari-hari berinteraksi dengan KPK, Kejaksaan Agung, Polri, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Menko Polhukam, Komisi Yudisial, Ombusdman, hingga elite partai, dan kunjungan rutin di berbagai provinsi di tanah air, akhirnya saya berharap masih mendapat kesempatan untuk mengabdi pada bangsa dan negara,” tutur Pieter

Menurut dia, masa depan KPK harus menjadi lembaga yang sejalan dan mendukung semua kebijakan negara.

"KPK harus keluar dari jurang krisis dan berbagai persolan, KPK harus memiliki Integritas dan bisa dipercaya rakyat,” tambahnya.

Pieter menegaskan KPK membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi mampu menciptakan sistem pemberantasan dan pencegahan korupsi.

Pieter C. Zulkifli mengaku prihatin terhadap kondisi KPK yang terus mengalami berbagi masalah internal dan terpaan skandal.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News