Problematika Penanganan Perkara Judi Online
Oleh: DR. I Wayan Sudirta, SH, MH - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan

jpnn.com - Kasus Judi Online (Judol) memang sangat menarik perhatian masyarakat.
Seperti tulisan saya sebelumnya berjudul “Kasus Judi Online: Menunggu Pembuktian terhadap Komitmen Besar Pemerintah”, saya menenkankan bahwa kasus Judol memiliki sejarah tersendiri di mata masyarakat Indonesia.
Selain melibatkan transaksi uang yang fantastis, permasalahan Judol juga menimbulkan korban atau permasalahan sosial serta yang lebih buruk lagi adalah pengendalian bisnis besar dari para pengusaha besar dan tentunya dugaan adanya keterlibatan dari pejabat publik di Indonesia.
Dugaan ini tentu bukan tidak beralasaan mengingat bahwa beberapa waktu lalu, Satgas Judol Polda Metro Jaya mengungkap adanya penyalahgunaan oleh Pengawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang berusaha mengambil alih kendali dari ribuan situs yang semestinya diblokir.
Permasalahan ini menandakan bahwa kasus Judol adalah kasus besar karena melibatkan uang yang besar dan menggiurkan termasuk mencari keterlibatan pejabat dan pengusaha besar di Indonesia.
Data dari Komdigi misalnya menunjukkan bahwa sejauh ini diketahui telah terdapat kurang lebih 8,8 juta pelaku (Pendapat Menko Pemberdayaan Masyarakat Muahaimin Iskandar).
Ditengarai, 80 persen dari jumlah tersebut tergolong menengah ke bawah dan dua persennya adalah pelaku anak di bawah 10 tahun.
Lebih miris lagi, banyak pelaku judol yang kini harus menjalani rehabilitas di rumah sakit.
Data menunjukkan judi online atau judol merupakan permasalahan yang cukup berat di Indonesia.
- Situs Judi Online Marak di Garut, Pemerintah Didesak Bertindak
- Komisi VI DPR Sidak Jasa Marga, Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2025
- Mencermati RUU KUHAP dan Urgensi Kebutuhan Modernisasi Hukum Acara Pidana
- Misbakhun Buka-bukaan Data demi Yakinkan Pelaku Pasar di Bursa
- Aksi Tolak RUU TNI Masih Berlangsung, Sejumlah Pedemo Dibawa Sukarelawan Medis
- RUU TNI Disahkan Jadi UU, Sekjen KOPI Kecam Segala Bentuk Aksi Kekerasan yang Mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa