Prof Jimly Asshiddiqie: yang Benar Saja, Urusan Nyawa Ini!

Kemarin Prof bikin tweet, hentikan dulu berpolitik. Sebaiknya kesampingkan dulu urusan politik di tengah pandemi
Saya tidak tahu masalah politiknya apa. Sudahlah. Dua-dua pihak ini, karena kan enggak bagus juga pemerintah pusat seperti beroposisi ke pemerintah daerah. Yang jadi masalah, tampil, pidato, semua TV, lalu pejabat pusat nyeletuk, waduh dia dapat kredit nih, kira-kira begitu. Si pejabat pusat juga mikirnya politiking.
Tapi ya, pendukungnya... Ini kan antara lovers lawan haters, itu yang jadi masalah. Jadi, lovers dari Anies belum apa-apa sudah ngomong ini gubernur rasa presiden. Kan jadi makin repot.
Otak politisi ini sudah ke (Pilpres) 2024. Kalau dia (Anies) tampil di televisi, waduh, dia bahaya ini, ya kan. Tampil di televisi ngomongnya teratur. Nanti dipuja-puji oleh rakyat. Ini bahaya ini. Maka harus dicegah. Nah, kira-kira itu motif pejabat di pusat itu begitu, kan politik juga berpikirnya.
Sementara yang di daerah itu, tadi saya bilang, kenapa enggak konsultasi sih. Ada tawaduk sedikit. Datangi timnya, minta nasihat. Yang namanya pemerintahan daerah itu bawahan. Pemerintahan daerah itu bawahan dari pemerintahan di atas karena kita ini negara kesatuan.
Jadi, manajemen pemerintahan harus satu terlepas dari kelompok politik di mana anda berasal. Sekali sudah menduduki jabatan di pemerintahan itu satu sistem pemerintahan.
Ya jadi harus tawaduk orang daerah itu kepada pusat. Pejabat pusat itu harus didatangi, Cium tangannya. Begitu lho. Supaya tidak memberi risiko kepada rakyat. Ini urusan keselamatan, yang benar saja. Urusan nyawa ini.
Maka dua-duanya jangan dulu mengambil kredit politik atau sebaliknya. Tidak perlu memikirkan kredit politik yang diambil pihak lain lalu dihalang-halangi jangan sampai pihak lain mendapat kredit.
Pemerintah pusat dan daerah tolong hentikan manuver politik dalam menangani pandemi Covid-19.
- Prabowo Minta Struktur Komisaris BUMN Dirampingkan, Diisi Profesional
- Ikuti Jejak Anies, Pramono Gratiskan Pajak Rumah dengan NJOP di Bawah Rp 2 Miliar
- Fajar Alfian Minta Maaf Atas Ucapannya kepada Simpatisan Anies
- Airlangga Bantah Akan Mundur dari Jabatan Menteri
- Pelaku Usaha Ritel Optimistis Perekonomian Nasional Capai Target Pertumbuhan 8 Persen
- Luhut dan Airlangga Bentuk Tim Khusus untuk Sikat Penghambat Investasi