Prof Syarifuddin Tippe Komentari Pidato Jokowi Soal UU Cipta Kerja, Begini Katanya

jpnn.com, JAKARTA - Pendiri dan Mantan Rektor Pertama Universitas Pertahanan (Unhan) (2009-2012) Profesor Syarifuddin Tippe menilai penolakan Undang-Undang Cipta kerja atau Omnibus Law wajar terjadi.
Hal ini menurutnya terjadi lantaran proses awal sosialisasi mengenai RUU Cipta Kerja dalam kondis kurang tepat karena masyarakat tengah berkonsentrasi menghadapi pandemic Covid-19.
“Saya tidak begitu paham tentang content atau subtansi sebuah undang-undang. Yang kami pahami adalah setiap undang-undang yang dibuat, pasti ada pihak yang kontra, itulah pentingnya dialog dan menyikapi semua isu di media sosial dengan arif dan bijak,” seru dia.
Meski begitu, Prof Syarifuddin mengapresiasi pidato Presiden Jokowi terkait UU Cipta Kerja.
"Sebaiknya, sosialisas omnibus law ini gencar dan massif lagi, tidak harus presiden yang bicara, bisa saja menteri terkait atau DPR RI, karena setelah Pidato Jokowi kemarin, publik bisa lebih memahami apa sisi kritis dari Undang-Undang cipta kerja ini,” katanya.
Lebih lanjut, Guru Besar Manajemen Stratejik Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Negeri Jakarta ini melihat dari sisi bela negara bahwa semua pihak, baik pro dan kontra, kurang cinta kepada Negara.
Prinsip bela Negara yang dikatakannya mengacu lima hal. Pertama pancasila, kedua kesadaran berbangsa, ketiga cinta tanah air, keempat rela berkorban dan kelima tanpa pamrih.
"Hemat saya, sebaiknya pemerintah instropeksi dalam setiap momen mengeluarkan kebijakan harus selalu merangkul berbagai pihak secara komprehesif dan memperhatikan faktor sejarah perburuhan dengan baik,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Direktur Pasca Sarjana Universitas Jaya Baya ini.
Prof Syarifuddin Tippe melihat dari sisi bela negara bahwa semua pihak, baik pro dan kontra, kurang cinta kepada Negara.
- Simak Penilaian Gibran tentang Didit Prabowo, Begini
- Lihat yang Dilakukan Gibran saat Mudik ke Solo, Paten!
- Pak Luhut Sudah ke Rumah Jokowi di Hari Pertama, Ada Kompol Syarif
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Apakah Jokowi Akan Bergabung dengan PSI? Begini Analisis Pakar