Program Bantuan Mencari Kerja Untuk Migran di Tasmania Membantu 70 Persen Pesertanya Mendapat Pekerjaan
Masalah bahasa dan budaya
Gesanit mengatakan sebelum mengikuti program ASSET, ia sudah mencoba mencari kerja di mana-mana.
Namun tidak memiliki pengalaman kerja di Australia sebelumnya menjadi penghalang besar.
Dia mengatakan mencari kerja di saat pandemi sangatlah susah, meski dia sudah memiliki sertifikat untuk bekerja di dapur dan melamar belasan pekerjaan.
"Selama COVID memang bisnis agak lesu, sehingga saya tidak memiliki kesempatan untuk kerja, jadi keadaan memang sulit," katanya.
Menurut Data dari Komisi Nasional Pekerja Terampil Australia, kesulitan mencari kerja saat pandemi COVID-19 lebih dirasakan oleh mereka yang baru tiba di Australia atau berasal dari negara yang bahasa nasionalnya bukan bahasa Inggris.
"Masalah umumnya adalah bahasa, pendidikan, ketrampilan dan tidak diakuinya ijazah dari negara asal," kata Elia.
"Kurangnya pengalaman kerja di Australia, juga menulis surat lamaran online dan mengirimkan daftar riwayat kerja, serta menjawab pertanyaan untuk kriteria persyaratan kadang juga membuat susah."
Gesanit mengatakan dia sudah tidak sabar lagi untuk bisa bekerja
Kamali dan Gesanit pindah ke Tasmania dua tahun lalu dan sempat kesulitan cari kerja
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana