Program Ini Berupaya Menjembatani Pendatang yang Kesulitan Mencari Kerja di Australia

Dia juga menyarankan pelatihan kompetensi budaya dan terlibat dengan organisasi seperti Layanan Multikultural.
Dia menyebut pentingnya bagi pengusaha untuk menyediakan lingkungan yang mendukung para pekerjanya.
"Kita berada di pasar tenaga kerja yang begitu ketat saat ini. Kalangan bisnis ingin menemukan pekerja yang akan tetap bersama mereka," katanya.
Untuk itu, kata Phan, pemberi kerja harus menawarkan lingkungan kerja di mana mereka dapat melihat dirinya bekerja untuk waktu yang lama.
Melibatkan pekerja
Sylvia Phan menambahkan, ada sejumlah alasan mengapa program GROW Bendigo berhasil dalam menjembatani Layanan Multikultural dan pihak Spotless.
Dia menyebut pihaknya telah memberikan keterampilan yang diperlukan oleh calon pekerja, serta pihak Spotless yang telah menciptakan lingkungan kerja yang membuat pekerjanya betah.
"Jika ada masalah, pemberi kerja ini akan datang ke kami menyampaikan masalah tentang pekerja yang bersangkutan," katanya.
Layanan Multikultural, katanya, akan menyediakan dukungan dwibahasa untuk menangani permasalahan tersebut.
Para pendatang yang kini menetap di Australia biasanya mengalami sejumlah hambatan dalam mencari pekerjaan, seperti yang dialami oleh Myint Shwe Meh, pengungsi asal Myanmar
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- UNHCR Khawatirkan Nasib Jutaan Pengungsi Terdampak Efisiensi Anggaran