Project STOP Menjadi Solusi Tuntas Pengelolaan Sampah yang Menyejahterakan

"Peran aktif mereka efektif mendukung upaya pemerintah menciptakan ekonomi sirkular, dan menemukan solusi tuntas pengelolaan sampah yang menyejahterakan masyarakat," tutur dia.
Dalam kesempatan sama, CEO Borealis, Thomas Gangl mengatakan Project STOP sangat dekat di hati kami sejak pertama kali didirikan dan diprakarsai bersama mitra kami Systemiq.
"Setelah Project STOP Muncar, kini Project STOP Pasuruan telah bertumbuh dan mandiri secara ekonomi," ujar dia.
Sementara itu, Direktur Program Project STOP di Systemiq, Mike Webster sangat bersyukur atas kerja sama dengan Pemerintah Pasuruan, para mitra, dan penyandang dana.
“Sungguh luar biasa dapat menyerahkan sistem pengelolaan sampah yang sudah mapan ini kepada pemerintah dan masyarakat setempat sehingga mereka dapat melanjutkan upaya di lapangan,” imbuh dia.
Nestlé merupakan perusahaan makanan dan minuman pertama yang bergabung dengan Project STOP sebagai mitra strategis dan penyandang dana utama dalam kemitraan di Pasuruan, bersama dengan Siegwerk, salah satu penyedia tinta cetak dan pelapis global terkemuka. (rdo/jpnn)
Pemda Pasuruan serta masyarakat di kecamatan Lekok dan Nguling, menerima inisiatif Project STOP untuk dikelola secara mandiri.
Redaktur & Reporter : M. Rasyid Ridha
- Menteri LH Akan Gugat Produsen Penyumbang Sampah Plastik
- Chandra Asri Group Perluas Implementasi Ekonomi Sirkular dengan Pengumpulan Jelantah
- Pramono Mengaku Hampir 10 Tahun Usahakan Aturan Tipping Fee Pengelolaan Sampah
- Kementerian LH Terapkan Program Terpadu Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir
- Penghentian TPA Open Dumping Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM-Startup
- Pram-Rano Buka Kemungkinan Lanjutkan Pembangunan ITF Sunter yang Digagas Anies