Promosi Produk Vape oleh Influencer Perlu Dibuat Aturan Khusus
Rabu, 10 November 2021 – 09:02 WIB

Ilustrasi orang sedang menggunakan rokok elektrik atau vape. Foto: Natalia Laurens/JPNN
“Industri vape merupakan industri yang baru lahir, menurut saya konten-konten harus lebih ditekankan kepada edukasi dan informasi tentang industri dan benefit jika menggunakan,” seru Johan.
Baca Juga:
Sebelumnya Ketua Lentera Anak Lisda Sundari menyampaikan, sejak 2019 Instagram dan Facebook sudah punya kebijakan tidak boleh mempromosikan tembakau, rokok elektrik, alkohol dan suplemen diet.
Peraturan ini juga berlaku bagi influencer yang menggunakan akunnya untuk endorse atau promosi berbayar.
Peraturan dan perlindungan kepada anak dan remaja terhadap bahaya rokok masih sangat lemah.(chi/jpnn)
Perlu adanya aturan-aturan terkait norma sosial agar ada batasan bagi influencer dalam membuat konten vape.
Redaktur & Reporter : Yessy
BERITA TERKAIT
- Perjalanan Karier Riqi Eno, Belajar Akting dari Mendiang Pretty Asmara
- Deri Kamaludin, dari Reviewer Skincare ke Influencer BUMN
- Massa Tolak Promosi LGBT Demo di Kantor MUI
- Misinformasi Tentang Bahaya Rokok Elektronik Terus Meningkat
- Perkembangan Industri Rokok Elektrik Perlu diimbangi Edukasi dan Regulasi
- Beralih ke Produk Tembakau Alternatif Bisa Jadi Opsi Bagi Perokok Konvensional