PSB Dikomersialisasi, Pemerintah Tutup Mata
Selasa, 01 Juni 2010 – 21:19 WIB
JAKARTA- Indonesia Corruption Watch (ICW) menuding bahwa Penerimaan Siswa Baru (PSB) terutama di Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) sangat tidak transparan. PSB di sekolah berstandar Internasional ini menjadi sarana pungutan liar dan komersialisasi pendidikan oleh masing-masing sekolah. Ironisnya, kondisi itu diperparah dengan sikap pemerintah yang terkesan tutup mata dan membiarkan hal itu terus berlangsung.
"Banyak sekali pengaduan dari orang tua murid tentang prosedur PSB yang tidak transparan ini. Terutama pada sekolah-sekolah yang menyelenggarakan RSBI. Banyak sekali laporan yang menyebut adanya pungutan liar," kata Febri Hendri, peneliti Layanan Publik ICW di Jakarta, Selasa (1/6).
Baca Juga:
Menurutnya, banyak sekali orang tua yang mengadu kepada ICW mengeluhkan sulitnya melakukan akses informasi tentang standar PSB yang melalui seleksi program mandiri. “Pada saat wawancara antara sekolah dan orang tua murid, intinya dibicarakan soal kesanggupan pendanaan atau bahkan sumbangan khusus, yang membuat standar penerimaan tidak jelas dan berorientasi finansial,” tambahnya.
Febri mengatakan, masalah komersialisasi dalam proses Penerimaan Siswa Baru ini selalu muncul setiap tahunnya, bahkan beberapa tahun belakang ini semakin menjadi-jadi. Hal itu diperparah lagi dengan adanya pembiaran dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). "Dengan dalih otonomi daerah atau otonomi daerah, pemerintah sengaja melepas tanggung jawab," tegasnya.
JAKARTA- Indonesia Corruption Watch (ICW) menuding bahwa Penerimaan Siswa Baru (PSB) terutama di Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI)
BERITA TERKAIT
- Siap-siap! Sumbangsih Cup 2025 Segera Digelar, Dijamin Seru dan Meriah
- Unika Atma Jaya Resmikan School of Bioscience, Technology, and Innovation
- Sandang Gelar LL.M dari Kampus Top, Fidela Gracia: Terima Kasih President University
- Memutus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan, BSI Maslahat Gandeng Ganesha Operation
- Banyak R3 Tidak Lulus Seleksi PPPK Guru Tahap 1, Bagaimana Honorer Database Bisa Tuntas
- Character Building FK UNDIP Bangkitkan Semangat dan Karakter Generasi Emas