PSI Apresiasi Keputusan KPU Mengumumkan Nama Caleg Mantan Koruptor

jpnn.com, SIDOARJO - Sekjen PSI Raja Juli Antoni mengapresiasi KPU karena mengumumkan rekam jejak mantan napi korupsi yang mencalonkan diri di pemilihan legislatif 2019. Dia lebih senang lagi karena ternyata ada tiga partai selain PSI yang sama sekali tidak mencalonkan mantan koruptor.
“Iya, tidak terkejut. Kami gembira KPU konsisten memberi pencerahan kepada masyarakat setelah sebelumnya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang larangan eks napi koruptor dianulir oleh MA,” ujar Toni di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (31/1).
Toni pun mengapresiasi langkah PKB, PPP, dan Nasdem yang batal mengusung eks koruptor sebagai caleg dalam pemilu April nanti. Menurutnya, komitmen pemberantasan korupsi ketiga partai itu tidak perlu diragukan lagi.
“Kami di PSI tentunya bangga melihat langkah kami ini diikuti oleh parpol-parpol lain yang lebih senior. Sayang, di luar tiga partai itu, partai-partai lain tak mengikuti jejak PSI. Kok para mantan koruptor masih diberi kesempatan! Artinya, tidak jelas komitmen mereka pada pemberantasan korupsi," ujar Toni.
Toni pun mengingatkan publik bahwa PSI sejak awal mendukung KPU yang sempat melarang mantan narapidana korupsi maju di Pileg. Namun aturan tersebut dianulir atas dasar pemenuhan hak politik mantan narapidana korupsi.
“Seharusnya mantan napi korupsi dicoret saja, mengacu pada peraturan KPU. Namun memang ada kompromi politik yang terjadi. Maka pengumuman nama-nama koruptor bagi PSI adalah tindakan paling minimal untuk mencegah para koruptor dipilih kembali,” jelas Toni. (dil/jpnn)
Sekjen PSI Raja Juli Antoni mengapresiasi KPU karena mengumumkan rekam jejak mantan napi korupsi yang mencalonkan diri di pemilihan legislatif 2019
Redaktur & Reporter : Adil
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Apakah Jokowi Akan Bergabung dengan PSI? Begini Analisis Pakar
- Sinyal Jokowi Gabung PSI Makin Kuat, Golkar: Pasti Ada Hitungan Politik
- Menakar Potensi Kolaborasi Politik Jokowi dan PSI Menuju 2029
- Mudik Gratis, PSI Berangkatkan Ratusan Pemudik Naik Bus dan Kereta
- Bela Jokowi, Jubir PSI Sebut PDIP Gunakan Provokasi dan Fitnah untuk Meraup Simpati